Liputan6.com, Jakarta - Kelompok Tani Hutan (KTH) di Desa Suka Rahmat, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur merintis pemanfaatan wilayah sekitar hutan lindung menjadi kebun kopi produktif jenis liberika sebagai tumpuan ekonomi kampung dan menciptakan produk Perkebunan unggulan daerah.
"Kami memilih menanam kopi dibandingkan sawit agar pelestarian kebun beriringan dengan upaya menjaga ketahanan lingkungan dari metode agroforestri," tutur Ketua KTH Agrowisata Goa Taman Buah Mandiri, Desa Suka Rahmat, Ruslan, melansir Antara, Jumat 3 Juli 2026.
Advertisement
Upaya pelestarian ekosistem tersebut didukung oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Santan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur.
Kelompok tani ini sudah mempunyai izin sah pengelolaan perhutanan sosial dalam jangka waktu 35 tahun sejak 2023.
Penggunaan lahan seluas 25 hektare itu tidak hanya memberikan dampak ekonomi dari panen biji kopi. Bunga dari ribuan pohon kopi tersebut turut dimanfaatkan sebagai pakan alami lebah kelulut.
"Kopi bubuk kami saat ini telah dipasarkan secara komersial kepada masyarakat dengan harga sekitar Rp 30.000 per kemasan," tutur Ruslan.




