Peringatan 250 Tahun AS: Trump Sebut Identitas Amerika Diserang Kaum Radikal

metrotvnews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuding kelompok yang disebutnya sebagai "kaum radikal dan ekstremis" tengah mengancam identitas Amerika Serikat dalam pidato rangkaian peringatan 250 tahun kemerdekaan AS pada Sabtu, 4 Juli 2026.

Dalam pidatonya di Mount Rushmore, South Dakota, pada Jumat kemarin, Trump memuji sejarah dan nilai-nilai Amerika Serikat, tetapi memperingatkan adanya ancaman baru terhadap identitas nasional.

"Saat kita mendekati peringatan bersejarah ini, kita melihat identitas Amerika kembali diserang," kata Trump, seperti dikutip dari Hurriyet Daily News.

Ia juga mengeklaim terjadi kebangkitan kembali ancaman komunisme di Amerika Serikat dan menilai dalam beberapa tahun terakhir terdapat upaya untuk mengubah karakter bangsa serta menjauhkan masyarakat dari sejarah negaranya.

Trump mengatakan seseorang tidak harus lahir di Amerika Serikat untuk menjadi bagian dari negara tersebut, tetapi harus mencintai apa yang telah dibangun bangsa itu.

Pidato tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat. Pada 4 Juli, Trump dijadwalkan menggelar acara di National Mall, Washington DC, yang mencakup pertunjukan udara pesawat militer serta pertunjukan kembang api.

Namun, peringatan tahun ini berlangsung di tengah polarisasi politik yang masih kuat di Amerika Serikat.

Sejumlah kritik diarahkan kepada Trump terkait perang dengan Iran, kebijakan imigrasi, meningkatnya biaya hidup, hingga upaya memperluas kewenangan presiden.

Peringatan 250 tahun kemerdekaan juga diwarnai kontroversi setelah organisasi Freedom 250 yang berafiliasi dengan Trump mengambil peran besar dalam penyelenggaraan sejumlah kegiatan, menggantikan sebagian agenda yang sebelumnya dipersiapkan oleh komite bipartisan America250.

Salah satu agenda Freedom 250, yakni Great American State Fair di Washington DC, dilaporkan mendapat jumlah pengunjung yang lebih sedikit dari perkiraan.

Gelombang panas ekstrem yang melanda sebagian wilayah Amerika Serikat juga memengaruhi pelaksanaan sejumlah acara.

Meski demikian, Trump menegaskan dirinya tetap akan menghadiri rangkaian peringatan tersebut.

Sementara itu, hasil jajak pendapat terbaru Quinnipiac University menunjukkan 61 persen warga Amerika Serikat menilai negaranya belum sepenuhnya mewujudkan cita-cita yang tercantum dalam Deklarasi Kemerdekaan.

Survei tersebut juga memperlihatkan adanya perbedaan pandangan yang tajam antara pendukung Partai Republik dan Partai Demokrat mengenai penilaian tersebut.

Baca juga:  Amerika Serikat Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan di Tengah Gelombang Panas Ekstrem


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Persib Resmi TIkung Persija Gaet Mariano Peralta? Ini Kata Umuh Muchtar
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Dukung UKM Lokal Go Global dengan AI, Telkomsel Resmi Tuntaskan DCE Academy & Summit 2026
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Harga Cabai dan Bawang di Pasar Kopro Jakbar Turun
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kemensos Perkuat Sekolah Rakyat untuk Cetak Generasi Unggul dan Putus Rantai Kemiskinan hingga 2029
• 15 jam lalupantau.com
thumb
Kasus Tapir di Lampung: Disembelih, Dimasak Rica-rica, 4 Pelaku Ditangkap
• 15 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.