Drone Thermal Dikerahkan Bantu Deteksi Api di TPA Jatiwaringin

liputan6.com
3 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) akan mengerahkan teknologi drone thermal membantu deteksi titik-titik api kebakaran di area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, yang terjadi sejak Selasa (30/6/2026).

Wakil Menteri (Wamen) Lingkungan Hidup (LH), Diaz Faisal Malik Hendropriyono mengatakan, rencana pengerahan teknologi ini untuk mempermudah para petugas lapangan dalam mengendalikan kebakaran TPA tersebut.

Advertisement

BACA JUGA: Dikepung Asap TPA Jatiwaringin, Warga Cek Kesehatan Dapat Obat dan Masker

"Nah, tadi kami juga sudah minta tim Gakkum (Penegak Hukum) untuk koordinasi dengan pihak bandara, dengan TNI AU, agar bisa melakukan monitoring analisa melalui drone thermal secara berkala," kata Diaz usai meninjau kebakaran TPA Jatiwaringin di Tangerang, Sabtu (4/7/2026), demikian dikutip dari Antara.

Menurutnya, hal itu terobosan dalam mengatasi kebakaran di TPA Jatiwaringin yang sudah berlangsung selama lima hari, dimana penanganan kebakaran dilakukan tim gabungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), KLH, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) hingga pemda.

Terdapat titik-titik api yang sulit terdeteksi karena keberadaan api dari gas metan berada di bawah tumpukan gunungan sampah yang cukup dalam.

"Jadi ada beberapa tantangan tadi yang kita bicarakan dan kita dorong untuk penyelesaiannya melalui skema ini," kata Diaz.

Untuk mendukung pelacakan titik api, tengah berkoordinasi dengan bandara dan TNI AU sebagai lembaga yang memiliki kewenangan dalam mengeluarkan izin terbang drone, agar proses pemadaman melalui jalur udara yang dilakukan helikopter water bombing air tidak terganggu.

"Tetapi ini karena daerahnya banyak helikopter yang lewat dan juga dekat dengan bandara, sehingga pemantauan hanya bisa dilakukan pada jam-jam tertentu," ujar dia.

Menurut dia, karakteristik kebakaran TPA Jatiwaringin mirip kebakaran lahan gambut. Di atas terlihat sudah padam, tetapi bagian bawah masih ada api. "Jadi kapan saja bisa terus kebakaran, dan karena ada CH-4, bisa ada potensi ledakan," kata Diaz.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gus Ipul Ingatkan Kepala Sekolah Rakyat Siap Hadapi Fase Krusial
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Susunan pemain Australia vs Mesir: turunkan kekuatan terbaik
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
BKSAP DPR Dorong Regulasi Lindungi Pekerja Kreatif dan Perkuat Akses Perdagangan Global
• 3 jam lalupantau.com
thumb
BMKG: 48,9 Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, Puncak Juli-September 2026
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
Piala AFF 2026: Media Vietnam Soroti Tantangan The Golden Star Warriors saat Hadapi Timnas Indonesia di Pakansari
• 23 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.