Viral Video Letusan Gunung Anak Krakatau Disertai Semburan Api Merah, PVMBG: Hoaks Buatan AI

rctiplus.com
3 jam lalu
Cover Berita
Viral Video Letusan Gunung Anak Krakatau Disertai Semburan Api Merah, PVMBG: Hoaks Buatan AINasional | sindonews | Sabtu, 4 Juli 2026 - 16:17Dengarkan Berita

Viral video di media sosial yang memperlihatkan letusan Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda, Lampung, disertai semburan api merah besar pada malam hari. Video letusan berdurasi sekitar 10 detik itu juga memperlihatkan pemandangan dari atas kapal dengan sejumlah penumpang tampak mengarahkan ponsel ke langit malam yang dipenuhi kepulan asap, pijaran api kemerahan, dan kilatan cahaya di sekitar kawah.

Bahkan, video yang viral tersebut disertai narasi, “Izin, dapet video dari teman yang adiknya kerja di kapal Gunung Anak Krakatau jam 20.49 WIB.”

Baca juga: Status Gunung Anak Krakatau Naik Level Siaga, Masyarakat Dilarang Mendekat Radius 3 Km

Baca Juga:Jejak Uang Rp366,7 Miliar ke Pegawai Imipas Bongkar Dugaan Pemerasan oleh Silmy Karim

Menanggapi beredarnya video tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menegaskan bahwa video tersebut hoaks. Bahkan, PVMBG mengungkapkan gunung yang di video bukanlah bentuk gunung Anak Krakatau.

Selain itu, PVMBG menjelaskan bahwa video letusan Gunung Anak Krakatau tersebut merupakan hasil dari penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Hal ini terlihat dari layar HP yang ada di dalam video pun tidak merekam kejadian letusan.

“Jika diperhatikan, bentuk gunung bukanlah bentuk gunung Anak Krakatau, dalam layar HP diatas kapal pun tidak terlihat merekam adanya Letusan, sehingga besar kemungkinan video ini adalah penyalahgunaan AI,” tegas PVMBG dalam keterangannya, Sabtu (4/7/2026).

Baca juga: 5 Dampak Letusan Gunung Krakatau di Tahun 1883, Dunia Sampai Dikira Sudah Kiamat

PVMBG mengingatkan bahwa perkembangan teknologi AI seharusnya dimanfaatkan untuk hal-hal positif dan bermanfaat bagi masyarakat, bukan digunakan untuk menyebarkan informasi yang dapat meresahkan publik. “Kecerdasan buatan sebaiknya digunakan untuk hal-hal baik, bukan untuk Meresahkan Masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Badan Geologi telah resmi menaikkan status aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Lampung, dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) per Kamis, 2 Juli 2026. Kenaikan status dimulai setelah terjadi erupsi dengan tinggi kolom abu teramati 200 m di atas puncak (+357 m di atas permukaan laut).

Baca Juga:5 Jam Diperiksa Polda Metro, Saiful Mujani Dicecar 37 Pertanyaan

Dengan adanya kenaikan status menjadi Siaga, masyarakat, wisatawan maupun pendaki melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya berupa awan panas, aliran lava, lontaran batu pijar, serta hujan abu apabila terjadi peningkatan aktivitas erupsi.

#daerah

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dari Simon Tahamata Hingga Ahmad Bustomi, PSSI Resmi Umumkan Tim Pelatih Timnas Indonesia U-17
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Satgas Damai Cartenz Duga Penembakan Pilot dan Pesawat AMA di Yahukimo Kelompok Baru KKB
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
2 DPO Kasus Penyembelihan Tapir Masih Dicari Polda Lampung, Pelaku Terancam hingga 15 Tahun Penjara
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Aktor Hugh Grant dan istri tak lewatkan hadir di nikahan Travis Kelce
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Kebakaran Hutan di Prancis Hanguskan Lebih dari 900 Hektare, Pemadaman Terus Berlangsung | SAPA PAGI
• 9 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.