‘Dokter Tolonglah’, Jeritan Pilu dr Icha Ketakutan Saat Diduga Diintimidasi Oknum DPRD

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Seorang dokter muda bernama dr Eliza Princila Utami Pakaenomi atau dr Icha mengalami depresi berat sebelum memutuskan untuk bunuh diri.

Pasalnya, dr Icha diduga mendapatkan intimidasi dari tiga orang oknum anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca Juga :
Berkaca dari Kasus dr Icha, Pakar Toksinologi Tegaskan Salah Pemberian Anti-Bisa Ular Dapat Berakibat Fatal
Polisi Dalami soal Dugaan Intimidasi Terhadap Korban Kasus Penyekapan di Jakpus

Ketiga orang tersebut mengaku sebagai keluarga pasien yang ditangani dokter Icha pada Minggu, (14/6/2026) lalu di IGD Rumah Sakit Leona Kefamenanu. 

Diketahui, pasien terkena gigitan ular dengan fase bisa lokal dan sempat dibawa ke RSUD Kefamenanu sebelum ditangani oleh dr Icha.

Dokter muda itu diduga mendapatkan intimidasi dari ketiga oknum tersebut lantaran tidak puas dengan penanganan yang diberikan.

Keluarga pasien mendesak agar diberikan anti-bisa ular, padahal secara medis kondisi pasien masih dalam fase lokal sehingga belum memerlukan serum tersebut.

Bahkan dr Icha sempat berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Toksinologi Bisa Ular, dr Tri Maharani.

Kini dr Tri Maharani menceritakan saat dirinya dihubungi oleh dr Icha untuk berkonsultasi mengenai penanganan pasien tersebut.

Ketakutan dr Icha Diungkapkan dr Tri Maharani

Menurut dr Tri Maharani, dr Icha menghubunginya pada Sabtu, 13 Juni 2026 pada pukul 17.30 WIB.

Dokter Icha sempat meneleponnya berkali-kali namun ia tidak dapat menjawabnya karena sedang berada di jalan.

“Dokter Maha tolonglah, saya ini lagi dimarah-marahi dan dibentak-bentak karena mereka minta anti bisa ular,” ungkap dr Tri Maharani pada tayangan YouTube Abraham Samad SPEAK UP.

“Oh pasien yang tadi? Lho bukannya itu fase lokal? Nggak butuh anti bisa ular. Apakah kamu sudah edukasi dengan benar?” lanjutnya.

Korban mengaku sudah memberikan edukasi terhadap ketiga oknum anggota DPRD itu dan masih tidak mau menerima.

Lalu, pakar toksinologi bisa ular itu kembali menjelaskan cara mengedukasi keluarga pasien me

“Jadi jelaskan bahwa pada fase sistemik baru membutuhkan anti bisa ular. Kalau pada fase lokal diberikan anti bisa ular, bisa mati (pasien) karena syok anafilaktik. Coba kamu jelaskan lagi,” jelas dr Tri Maharani.

dr Maharani mengungkapkan dr Icha sudah memberikan pengertian kepada keluarga pasien dan mengonfirmasinya sebanyak empat kali.

Baca Juga :
Investigasi Kemenkes Sebut Penanganan Pasien oleh dr Icha Sudah Sesuai Prosedur!
Babak Baru Kasus Kematian dr Icha, Keluarga Laporkan Dugaan Intimidasi ke Polda NTT
Polda NTT Kerahkan Full Team Usut Kematian dr Icha

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Daftar 15 OTT KPK Tahun Ini, Terbaru Bupati Kuansing dan Langkat
• 14 jam lalukatadata.co.id
thumb
Lahan Pertanian Berkelanjutan Dipercepat untuk Lindungi Sawah
• 15 jam laludetik.com
thumb
Perputaran Uang HUT DKI Jakarta Tembus Rp2,4 Triliun, Kunjungan Ancol dan Ragunan Pecahkan Rekor
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Komisi I DPR Soroti Tewasnya Ibu Hamil di Intan Jaya, Minta Investigasi Transparan
• 3 jam lalurctiplus.com
thumb
Waspada! Bahaya Konsumsi Obat Pereda Nyeri Sembarangan Dapat Merusak Pembuluh Darah
• 13 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.