VIVA – Seorang dokter muda bernama dr Eliza Princila Utami Pakaenomi atau dr Icha mengalami depresi berat sebelum memutuskan untuk bunuh diri.
Pasalnya, dr Icha diduga mendapatkan intimidasi dari tiga orang oknum anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ketiga orang tersebut mengaku sebagai keluarga pasien yang ditangani dokter Icha pada Minggu, (14/6/2026) lalu di IGD Rumah Sakit Leona Kefamenanu.
Diketahui, pasien terkena gigitan ular dengan fase bisa lokal dan sempat dibawa ke RSUD Kefamenanu sebelum ditangani oleh dr Icha.
Dokter muda itu diduga mendapatkan intimidasi dari ketiga oknum tersebut lantaran tidak puas dengan penanganan yang diberikan.
Keluarga pasien mendesak agar diberikan anti-bisa ular, padahal secara medis kondisi pasien masih dalam fase lokal sehingga belum memerlukan serum tersebut.
Bahkan dr Icha sempat berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Toksinologi Bisa Ular, dr Tri Maharani.
Kini dr Tri Maharani menceritakan saat dirinya dihubungi oleh dr Icha untuk berkonsultasi mengenai penanganan pasien tersebut.
Ketakutan dr Icha Diungkapkan dr Tri MaharaniMenurut dr Tri Maharani, dr Icha menghubunginya pada Sabtu, 13 Juni 2026 pada pukul 17.30 WIB.
Dokter Icha sempat meneleponnya berkali-kali namun ia tidak dapat menjawabnya karena sedang berada di jalan.
“Dokter Maha tolonglah, saya ini lagi dimarah-marahi dan dibentak-bentak karena mereka minta anti bisa ular,” ungkap dr Tri Maharani pada tayangan YouTube Abraham Samad SPEAK UP.
“Oh pasien yang tadi? Lho bukannya itu fase lokal? Nggak butuh anti bisa ular. Apakah kamu sudah edukasi dengan benar?” lanjutnya.
Korban mengaku sudah memberikan edukasi terhadap ketiga oknum anggota DPRD itu dan masih tidak mau menerima.
Lalu, pakar toksinologi bisa ular itu kembali menjelaskan cara mengedukasi keluarga pasien me
“Jadi jelaskan bahwa pada fase sistemik baru membutuhkan anti bisa ular. Kalau pada fase lokal diberikan anti bisa ular, bisa mati (pasien) karena syok anafilaktik. Coba kamu jelaskan lagi,” jelas dr Tri Maharani.
dr Maharani mengungkapkan dr Icha sudah memberikan pengertian kepada keluarga pasien dan mengonfirmasinya sebanyak empat kali.





