JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengaku sempat terpikir membangun tenda bertingkat di Mina, Mekkah, Arab Saudi, untuk menampung jemaah pada penyelenggaraan ibadah haji 2027.
“Sehingga kita kemarin sempat berpikiran, mungkin enggak tenda-tenda itu dijadikan tenda yang bertingkat, misalkan, untuk menambah kapasitas,” kata Irfan saat ditemui di Lapangan Makodau I, Halim Perdanakusuma, Makasar, Jakarta Timur, Sabtu (4/7/2026).
Baca juga: Menhaj: Angka Kematian Jemaah Haji Turun, tetapi Masih Terlalu Tinggi
Gagasan itu muncul setelah pelayanan jemaah di Mina pada musim haji 2026 menjadi salah satu persoalan.
Menurut Irfan, kapasitas kawasan Mina nyaris tidak berubah dari tahun ke tahun, sementara jumlah jemaah haji terus meningkat sehingga kebutuhan ruang semakin besar.
“Tapi itu juga tergantung dari komunikasi kita dengan pihak Saudi nantinya,” ujar dia.
Sebagai informasi, tenda di Mina berfungsi sebagai tempat bermalam atau mabit dan pusat koordinasi jemaah selama rangkaian hari Tasyrik.
Baca juga: Menhaj Akui Layanan Haji 2026 di Mina Jadi Titik Terlemah, Minta Dievaluasi Total
Irfan mengakui, Mina menjadi titik terlemah pelayanan untuk para jemaah. Dia pun meminta seluruh jajaran Kementerian Haji dan Umrah membuka seluruh persoalan yang muncul selama penyelenggaraan haji.
Menurut dia, evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh tanpa saling menyalahkan.
“Saya minta dievaluasi nanti kita tidak ada yang ditutup-tutupi. Semua harus kita buka berbagai kesalahan, berbagai kekurangan kita buka selebar-lebarnya,” tegas dia.
Dia menegaskan, kementeriannya tidak boleh cepat berpuas diri meski penyelenggaraan haji tahun ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak.
Sebab, masih banyak kekurangan yang harus dibenahi untuk meningkatkan kualitas layanan pada musim haji berikutnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang