Bisnis.com, SAMARINDA — Optimisme masyarakat Balikpapan terhadap kondisi perekonomian sedikit meredup dibandingkan dengan periode sebelumnya.
Menurut Hasil Survei Konsumen yang dirilis Bank Indonesia (BI), Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sepanjang kuartal II/2026 tercatat sebesar 123,7, turun dari 132,3 pada kuartal I/2026.
Penurunan tersebut terjadi di tengah dua momentum besar yang lazimnya menjadi ujian daya beli masyarakat, yakni euforia Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri yang mulai surut serta kebijakan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) nonsubsidi.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Robi Ariadi mengatakan capaian tersebut mencerminkan daya tahan ekonomi lokal yang relatif solid.
"Optimisme konsumen yang tetap kuat tersebut ditopang oleh tetap kuatnya persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini, serta ekspektasi kondisi ekonomi ke depan," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (4/7/2026).
Bila ditelisik lebih jauh berdasarkan kelompok pengeluaran, optimisme justru paling menonjol pada kelompok masyarakat berpenghasilan menengah bawah, yakni responden dengan pengeluaran Rp2 juta—Rp3 juta per bulan yang mencatatkan IKK tertinggi sebesar 144,2.
Baca Juga
- Pendapatan Negara di Kaltim Terhimpun Rp8,91 Triliun per Mei 2026
- Ekonomi Kaltim Tumbuh Pelan, Tetangga Melaju Kencang di Kuartal Awal 2026
Disusul kelompok pengeluaran Rp7 juta—Rp8 juta dengan IKK 132,2, dan kelompok Rp4 juta—Rp5 juta dengan IKK 130,6.
Dari sisi usia, generasi muda berusia 20—30 tahun tampil sebagai kelompok paling percaya diri terhadap masa depan ekonomi, dengan IKK mencapai 137,2, diikuti kelompok usia 40—50 tahun.
Robi menegaskan kekuatan keyakinan konsumen turut ditopang oleh Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) yang rata-rata sebesar 115,2 sepanjang kuartal II/2026, meski melandai dari 122 pada kuartal sebelumnya.
Indeks penghasilan saat ini justru menguat menjadi 135,7, seolah menjadi jangkar di tengah pelemahan dua komponen lain, yakni indeks ketersediaan lapangan kerja (106,3) dan indeks pembelian barang tahan lama (103,7).
Sementara itu, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) tercatat sebesar 132,1, turun cukup signifikan dari 142,6 pada triwulan sebelumnya.
Kendati demikian, angka tersebut masih menunjukkan bahwa masyarakat belum kehilangan harapan terhadap kondisi ekonomi enam bulan mendatang.
Ekspektasi penghasilan menjadi komponen paling optimistis dengan indeks 142,7, disusul ekspektasi ketersediaan lapangan kerja 130,3 dan ekspektasi kegiatan usaha 123,3.
Sejumlah faktor disebut turut memengaruhi dinamika tersebut, antara lain rampungnya proyek strategis nasional Refinery Development Master Plan (RDMP) yang memasuki fase penyelesaian sehingga berimbas pada berkurangnya jumlah pekerja konstruksi yang selama ini menjadi motor penggerak sejumlah usaha lokal.
Di sisi lain, program Makan Bergizi Gratis (MBG) justru membuka lapangan kerja baru seiring bertambahnya jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi, ditambah geliat usaha kafe dan laundry serta aktivitas konstruksi yang masih berjalan di sejumlah proyek lainnya.





