REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Percaya terhadap hari akhir merupakan rukun iman kelima yang sangat utama. Ada beberapa manfaat dan kerugian di balik iman terhadap hari tersebut.
Di antara buah keimanan yang paling agung kepada hari akhir adalah ketenangan hati seorang mukmin ketika menghadapi musibah.
Baca Juga
Rahasia Negosiator Iran Menguras Kesabaran Lawan, bahkan Diplomat AS hingga Menangis
Bersyukurlah, Jika Anda Memiliki Apa yang Diungkap Rasulullah SAW Ini Sejatinya Anda Orang Kaya
Momen Langka Piala Dunia, Penyerang Timnas Australia Ini Masuk Islam Jelang Laga Lawan Mesir
Ketika ia kehilangan sesuatu dari kenikmatan dunia, ia akan mengingat bahwa Allah akan menggantinya dengan balasan yang jauh lebih baik di akhirat. Allah SWT berfirman:
“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata "Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji'ūn" (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).” (QS Al-Baqarah: 155–156).
Dalam sebuah hadis qudsi, Allah SWT berfirman kepada para malaikat ketika mereka mencabut nyawa anak seorang hamba-Nya:
قبضتم ولد عبدي؟ فيقولون: نعم، فيقول: قبضتم ثمرة فؤاده؟ فيقولون: نعم، فيقول: ماذا قال عبدي؟ فيقولون: حمدك واسترجع، فيقول الله: ابنوا لعبدي بيتًا في الجنة وسموه بيت الحمد
"Apakah kalian telah mencabut nyawa anak hamba-Ku?" Mereka menjawab, "Ya." Allah berfirman, "Apakah kalian telah mengambil buah hatinya?" Mereka menjawab, "Ya." Allah bertanya lagi, "Apa yang diucapkan hamba-Ku?" Mereka menjawab, "Ia memuji-Mu dan mengucapkan istirja' (Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn)." Maka Allah berfirman, "Bangunkanlah untuk hamba-Ku sebuah rumah di surga dan namakanlah rumah itu Baitul Hamd (Rumah Pujian)." (HR At-Tirmidzi, beliau menilai hadis ini hasan).
Infografis Tanda Orang Sabar dan Taubat - (Republika.co.id)