Bisnis.com, JAKARTA – Pelemahan sejumlah saham berkapitalisasi besar sepanjang perdagangan periode 29 Juni hingga 3 Juli 2026 turut menekan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Setidaknya, terdapat 10 saham yang tercatat sebagai penekan utama IHSG dan masuk dalam daftar top laggards selama sepekan, di antaranya BBRI, MORA, hingga PGAS.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham perbankan pelat merah Bank BRI (BBRI) menempati posisi teratas sebagai penekan IHSG. Sepanjang sepekan, BBRI terkoreksi 5,57% dan memberikan tekanan sebesar 24,88 poin terhadap IHSG.
Tekanan berikutnya datang dari emiten jaringan telekomunikasi swasta MORA yang anjlok 12,54% selama sepekan dan menekan IHSG hingga 17,18 poin.
Sementara itu, saham bank jumbo BBCA yang terkoreksi 2,02% turut menekan IHSG sebesar 14,31 poin. Selanjutnya, saham PGAS koleksi Lo Kheng Hong turut menyumbang tekanan 3,02 poin, disusul saham PANI sebesar 2,54 poin, dan saham AMRT sebesar 2,47 poin.
Adapun saham BHAT yang melemah 14,9% turut menekan IHSG sebesar 2,38 poin. Tekanan juga datang dari EMAS sebesar 2,38 poin, BYAN milik Low Tuck Kwong sebesar 2,31 poin, serta emiten Grup Sinarmas SMMA yang menekan IHSG 2,28 poin selama sepekan.
Tekanan dari sejumlah saham berkapitalisasi besar tersebut turut menyeret kinerja IHSG selama sepekan. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 29 Juni—3 Juli 2026, IHSG terkoreksi 0,35% menjadi 5.875,780 dari posisi 5.896,134 pada penutupan pekan sebelumnya.
Baca Juga
- IHSG Berpeluang Uji Level 6.000 Pekan Depan
- IHSG Melemah Sepekan, Asing Net Sell Rp74,42 Triliun
- IHSG Ditutup Naik 2,28%, Saham AMMN, BREN hingga BBCA Tancap Gas
Pelemahan indeks diikuti penyusutan kapitalisasi pasar sebesar 0,14% menjadi Rp10.287 triliun, dibandingkan dengan Rp10.302 triliun pada pekan sebelumnya.
Aktivitas perdagangan di Bursa juga melambat. Rata-rata nilai transaksi harian mencatat penurunan terdalam, yakni 35,90% menjadi Rp11,27 triliun dari Rp17,58 triliun pada pekan sebelumnya.
Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian turun 30,35% menjadi 17,54 miliar lembar saham dari 25,18 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya. Adapun rata-rata frekuensi transaksi harian menyusut 16,71% menjadi 1,44 juta kali transaksi dari sebelumnya 1,73 juta kali transaksi.
Di tengah pelemahan tersebut, investor asing masih membukukan beli bersih (net buy) sebesar Rp6,08 miliar pada perdagangan terakhir pekan ini. Meski demikian, secara akumulatif sejak awal tahun, investor asing masih mencatat jual bersih (net sell) sebesar Rp74,42 triliun.
Daftar 10 saham top laggards IHSG sepekan: Kode Perubahan Harga (%) Market Cap Free Float (Rp Triliun) Tekanan ke IHSG (Poin) BBRI -5,57 172,08 -24,88 MORA -12,54 53,01 -17,18 BBCA -2,02 232,27 -14,31 PGAS -8,55 14,50 -3,02 PANI -4,78 8,92 -2,54 AMRT -4,45 23,69 -2,47 BHAT -14,90 6,10 -2,39 EMAS -3,27 23,99 -2,38 BYAN -1,28 82,24 -2,31 SMMA -1,49 65,72 -2,28




