HARIAN.FAJAR.CO.ID,MAKASSAR— – Sejumlah fakultas kedokteran dari perguruan tinggi Indonesia mengikuti Korea International Advanced Digital Medical Equipment & Medicine Expo (KOADMEX) 2026.
Ini yang dirangkaikan dengan Global Conference Medical Training Program for Overseas Healthcare Professionals and International Community Service di Daegu, Korea Selatan, pada 3–5 Juli 2026.
Ketua AFKSI Periode 2025-2028, dr. Nasrudin Andi Mappaware, Sp.OG., Subsp., Obginsos., MARS mengatakan keikutsertaannya menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama internasional di bidang pendidikan kedokteran, penelitian, dan pelayanan kesehatan.
“Delegasi Indonesia berasal dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Universitas Muslim Indonesia, Universitas Muhammadiyah Makassar, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, dan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya,” ucapnya.
Kehadiran mereka mencerminkan komitmen perguruan tinggi Indonesia dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan ilmu kedokteran melalui kolaborasi global.
Kegiatan yang difasilitasi K-Medi Hub Korea Selatan tersebut mempertemukan akademisi, tenaga kesehatan, peneliti, rumah sakit, industri alat kesehatan, serta pemangku kepentingan sektor kesehatan dari berbagai negara.
“Forum ini menjadi wadah untuk memperluas jejaring internasional sekaligus mendorong kolaborasi dalam pendidikan, riset, pelayanan kesehatan, dan pengembangan teknologi medis,” ucapnya.
Selama mengikuti KOADMEX 2026, delegasi Indonesia berkesempatan menyaksikan berbagai inovasi teknologi kesehatan terkini.
Pameran tersebut menampilkan perkembangan peralatan medis digital, kecerdasan buatan, robotika medis, sistem diagnosis digital, teknologi pencitraan medis, telemedicine, hingga solusi kesehatan berbasis data.
Para peserta juga mengikuti Global Conference Medical Training Program yang menghadirkan pakar kesehatan internasional. Berbagai sesi membahas perkembangan pendidikan tenaga kesehatan, inovasi teknologi medis, penguatan sistem pelayanan kesehatan, serta peluang kerja sama penelitian lintas negara.
“Selain konferensi, delegasi Indonesia terlibat dalam International Community Service yang mengangkat tema Health Education and Preventive Health Screening,” ucapnya.
Program pengabdian masyarakat ini berfokus pada edukasi kesehatan promotif dan preventif serta pemeriksaan kesehatan sebagai langkah deteksi dini berbagai faktor risiko penyakit.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta tidak hanya memperluas wawasan akademik, tetapi juga membangun kemitraan strategis dengan institusi pendidikan, rumah sakit, dan lembaga kesehatan dari berbagai negara.
“Kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas pendidikan kedokteran dan pelayanan kesehatan di Indonesia,” ungkapnya.
Keikutsertaan delegasi Indonesia juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas, mulai dari pertukaran dosen dan mahasiswa, pengembangan kurikulum internasional, penelitian kolaboratif, publikasi ilmiah bersama, hingga pengembangan inovasi teknologi kesehatan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan.
Partisipasi dalam KOADMEX 2026 menjadi bukti semakin aktifnya perguruan tinggi Indonesia dalam forum internasional.
Momentum ini diharapkan mampu memperkuat posisi institusi pendidikan tinggi Indonesia di tingkat global sekaligus mendukung transformasi pendidikan kedokteran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Melalui kolaborasi dengan Korea Selatan dan berbagai negara peserta lainnya, kegiatan ini diharapkan menghasilkan kerja sama berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan mutu pelayanan kesehatan, serta kesejahteraan masyarakat di tingkat global.(wis)





