Agen AI, karaoke, hingga kedai kopi berpotensi hadir di bioskop-bioskop China. Hal ini berdasarkan pedoman baru yang mendorong pengelola bioskop untuk memperluas fungsi usahanya di luar pemutaran film konvensional.
Pedoman yang diterbitkan oleh Administrasi Film Nasional China dan Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar tersebut juga mendorong bioskop membuka toko suvenir bertema film, menjual produk berlisensi, menggelar pameran seni dan toko pop-up.
"Selain itu, pedoman tersebut juga menganjurkan bioskop untuk mengubah area lobi maupun ruang studio yang tidak terpakai menjadi ruang untuk kegiatan budaya dan aktivitas ritel," demikian dikutip dari Bloomberg, Minggu (5/7).
Pemerintah China pun mendukung penyelenggaraan pemutaran film berbasis realitas virtual atau virtual reality (VR), penerapan layar bioskop berteknologi LED, pengembangan program keanggotaan, serta kerja sama yang lebih erat antara bioskop dengan pusat perbelanjaan, destinasi wisata, dan lokasi kegiatan budaya di sekitarnya.





