Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi, Muntahkan Abu Vulkanik 1.400 Meter Disertai Gemuruh

rctiplus.com
3 jam lalu
Cover Berita
Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi, Muntahkan Abu Vulkanik 1.400 Meter Disertai GemuruhNasional | inews | Minggu, 5 Juli 2026 - 09:19

FLORES TIMUR, iNews.id – Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali meletus hebat dengan memuntahkan kolom abu setinggi kurang lebih 1.400 meter di atas puncak, Minggu (5/7/2026) pagi pukul 07.04 WITA.

Erupsi ini disertai suara gemuruh yang menggelegar dan memicu terjadinya hujan abu vulkanik bercampur pasir serta kerikil di sejumlah desa di lereng gunung. 

Berdasarkan data resmi dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-Laki, tinggi kolom abu yang teramati mencapai kurang lebih 3.084 meter di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal yang condong bergerak ke arah barat dan barat laut. 

Saat erupsi terjadi, wilayah kaki gunung langsung dilanda hujan abu putih, pasir, serta kerikil dengan intensitas tebal ke arah barat daya. 

Letusan terekam jelas di seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 47,3 mm dan durasi kurang lebih 1 menit 14 detik.

Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki masih tertahan kokoh pada Status Level III (Siaga). 

Baca Juga:Pergantian Pimpinan BGN: Momentum Memulihkan Kepercayaan Publik melalui Penguatan Tata Kelola MBG

"Terjadi erupsi G. Lewotobi Laki-laki pada hari Minggu, 5 Juli 2026 dengan tinggi kolom abu teramati ± 1.400 m di atas puncak (± 3084 m di atas permukaan laut)," tulis PVMBG.

Kosongkan Radius 5 Kilometer

Merespons bahaya laten letusan, petugas pos pengamatan bersama pemerintah daerah mengeluarkan imbauan keras agar masyarakat di sekitar kaki gunung, pengunjung, maupun wisatawan tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi. 

"Kami minta masyarakat tetap tenang dan mengikuti seluruh arahan resmi dari pemerintah daerah. Selain itu, warga yang terdampak hujan abu wajib memakai masker atau penutup hidung dan mulut guna menghindari bahaya infeksi saluran pernapasan (ISPA)," tulis petugas dalam laporan resminya.

Selain ancaman material vulkanik dari udara, masyarakat yang bermukim di sekitar bantaran sungai juga diminta bersiaga penuh terhadap ancaman sekunder, yakni potensi banjir lahar hujan. 

Baca Juga:Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu

Potensi ini mengancam sungai-sungai yang berhulu langsung di puncak gunung jika wilayah hulu diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Beberapa daerah yang masuk dalam zona rawan ini meliputi Desa Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote. 

Masyarakat diminta untuk terus memperbarui informasi aktivitas vulkanik dari pusat vulkanologi dan selalu siap siaga melakukan evakuasi mandiri jika situasi di sekitar kaki gunung makin memburuk.

#bali

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Takut AI Rebut Kerjaan Kita? Ini Jawaban Cerdas Guru Besar BINUS
• 19 jam lalumedcom.id
thumb
Film 402 Rumah Sakit Angker Korea Curi Perhatian Saat Tayang di BIFAN
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Bayar Pajak Kendaraan di PRJ 2026, Bebas Denda dan Dapat Suvenir
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
The Fed Diproyeksi akan Mempertahankan Suku Bunganya
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pemerintah Tegaskan Penegakan Hukum Kasus MBG Tak Pandang Bulu
• 18 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.