Uni Eropa Denda Google Rp 84,3 T: Paksa Brand HP Android Pasang Search & Chrome

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Alphabet, induk perusahaan Google, kalah dalam perlawanan hukum panjang melawan denda anti-monopoli Uni Eropa terkait sistem operasi Android. Pada Kamis (2/7), Pengadilan Kehakiman Uni Eropa (ECJ) di Luksemburg menolak banding Google.

Yang dipersoalkan di sini adalah bagaimana cara Google memanfaatkan dominasi Android untuk memperkuat bisnis mesin pencari Search dan browser Chrome. Pada 2018, Komisi Eropa menemukan beberapa praktik yang dianggap melanggar aturan persaingan usaha, misalnya:

Menurut regulator Eropa, praktik tersebut membuat kompetitor, seperti browser lain dan mesin pencari lain, menjadi jauh lebih sulit bersaing, meskipun bisa jadi produknya bagus.

Atas putusan itu, Google dijatuhkan denda 4,1 miliar euro atau sekitar Rp 84,3 triliun (kurs Rp 20.567), menurut laporan Reuters.

Apa Kata Google?

Google menyayangkan putusan tersebut. Juru bicara Google menyebut putusan ini tidak mempertimbangkan investasi besar yang telah dilakukan perusahaan untuk menjaga Android tetap bersifat open source, dapat saling terhubung antar sistem (interoperable), dan gratis.

Pihaknya sudah menyesuaikan perjanjian kerja sama dengan produsen ponsel sejak keputusan awal pada 2018, dan tetap fokus pada inovasi serta keterbukaan bagi pengguna, mitra, dan developer.

Kasus Android adalah salah satu dari tiga perkara antimonopoli terbesar yang pernah dihadapi Google di Uni Eropa:

Selama lebih dari satu dekade, total denda antimonopoli yang dijatuhkan Uni Eropa kepada Google telah mencapai hampir 11 miliar euro.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Seniman India Ukir Trofi Piala Dunia 2026 di Atas Kapur
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Dirgahayu Yonif 726 Tamalatea, Kapolres Jeneponto Tegaskan Sinergitas TNI Polri Tak Pernah Layu
• 18 jam laluterkini.id
thumb
Tebar Senyum di Ujung Timur Jawa: Pertamina Hadirkan Semangat Baru Bagi Anak-Anak Banyuwangi
• 22 jam lalurepublika.co.id
thumb
QRIS Jakarta Sumbang 38% Nasional, Gubernur Pramono Beberkan Rahasianya
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Viral Bima Dewanto Alumni LPDP Disebut Nikah Sesama Jenis di Belanda dan Tidak Berkontribusi, Benarkah?
• 7 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.