Keluarga Almarhumah Dokter Icha Kembali Datangi DPRD Timor Tengah Utara

kompas.id
6 jam lalu
Cover Berita

KUPANG, KOMPAS - Keluarga dokter Icha, korban kasus dugaan intimidasi, ancaman, penghinaan, dan kekerasan verbal kembali mendatangi Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara pada Senin (6/7/2026). Hal ini terkait tiga anggota DPRD yang diduga terlibat dalam kekerasan terhadap dokter Icha.

"Ayah almarhumah dokter Icha akan memberikan keterangan pada hari Senin tanggal 6 Juli 2026 jam 10.00 Wita di ruang Badan Kehormatan DPRD TTU (Timor Tengah Utara)," kata Viktor Manbait, juru bicara keluarga lewat pesan singkat yang diterima Kompas pada Minggu (5/7/2026) pagi.

Menurut Viktor, kehadiran ayah korban sehubungan dengan laporan dugaan pelanggaran kode etik tiga anggota DPRD TTU yang diduga melakukan intimidasi, tekanan verbal, dan tindakan yang merendahkan petugas kesehatan. Saat itu, dokter Icha sedang menjalankan tugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Leoana, Kefamenanu pada 13 Juni 2026.

Menurut Viktor, keluarga korban sudah melaporkan kasus ini secara resmi ke Badan Kehormatan DPRD TTU pada 23 Juni 2026. Sebelum laporan dilayangkan, kasus itu sudah disampaikan secara lisan kepada pimpinan DPRD TTU pada 14 Juni atau sehari setelah kasus kekerasan dialami Icha.

Intimidasi, ancaman, penghinaan, dan kekerasan verbal diduga dilakukan oleh tiga anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara. Mereka adalah Therensius Lazakar dari Fraksi Golkar, Norbertus Tubani dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, dan Veronika Lake dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Viktor berharap agar proses di Badan Kehormatan DPRD TTU berjalan lancar tanpa intervensi dari pihak manapun. "Sesuai tata tertib DPRD, tujuh hari setelah pengaduan, Badan Kehormatan sudah harus memprosesnya," ujarnya.

Surat undangan kepada keluarga dokter Icha untuk memberi keterangan di Badan Kehormatan DPRD itu baru dikeluarkan pada 4 Juli 2026. Surat dikeluarkan oleh Ketua Badan Kehormatan DPRD TTU Maximus Taek dengan diketahui oleh Ketua DPRD TTU Kristoforus Efi.

Sebelumnya, Efi berjanji tidak akan melindungi anggota yang terlibat dalam masalah etik maupun hukum. Satu di antara tiga anggota yang dilaporkan juga anggota Efi di Partai Golkar. Efi saat ini menjabat Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar TTU.

Terkait proses di Badan Kehormatan DPRD, pihaknya juga tidak mengintervensi. Proses itu memakan waktu 60 hari dan dapat diperpanjang lagi 30 hari berikutnya. Dalam rentang waktu itu, sudah harus ada keputusan.

Namun, Viktor mengungkapkan, tim Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri telah bertemu keluarga. Mereka menyampaikan, Badan Kehormatan DPRD TTU diberi batas waktu paling lama 10 Juli 2026 untuk memutuskan nasib tiga anggota DPRD yang dilaporkan itu.

Serial Artikel

Kematian Dokter Icha, Kemendagri Investigasi Pelanggaran Anggota DPRD TTU

Keluarga berharap keadilan bagi korban dapat terwujud. Publik diminta ikut mengawasinya.

Baca Artikel

Secara terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) Komisaris Besar Henry Novika Chandra menegaskan, semua warga sama di mata hukum. Proses penanganan kasus ini dilakukan secara objektif, transparan, dan adil bagi semua pihak.

Pada Jumat (3/7/2026), keluarga dokter Icha datang melaporkan kasus itu ke Markas Polda NTT. Selain tiga anggota DPRD Kabupaten TTU, keluarga juga melaporkan Maria Mathildis Sau yang diduga ikut terlibat. Maria saat ini bekerja sebagai dokter hewan di Kabupaten TTU. Mereka terancam hukuman tujuh tahun penjara sebagaimana diatur dalam Pasal 530 KHUP yang baru.

"Selanjutnya dilakukan pengambilan keterangan terhadap saksi-saksi baik pelapor, terlapor, maupun yang menyaksikan peristiwa itu, juga ahli terkait," kata Henry.

Kronologi

Intimidasi terhadap dokter Icha itu terjadi pada 13 Juni 2026 sekitar pukul 17.00 Wita. Kala itu, seorang pasien laki-laki berusia 20 tahun dengan riwayat gigitan ular datang ke IGD RS Leona dengan membawa surat rujukan dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kefamenanu.

Icha melakukan pemeriksaan medis dan konsultasi dengan dokter spesialis serta dokter terkait. Ia juga mempertimbangkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan sebelumnya di RSUD Kefamenanu, pasien itu didiagnosis mengalami kasus gigitan ular fase lokal.

Dalam fase ini, berdasarkan pertimbangan medis yang berlaku, pasien cukup menjalani observasi dan terapi suportif tanpa pemberian antibisa ular. Sebab, tidak ditemukan indikasi medis yang mengharuskan pemberian antibisa.

Seluruh hasil pemeriksaan, hasil konsultasi, kondisi pasien, dan dasar pertimbangan medis telah dijelaskan kepada pasien dan keluarganya secara terbuka dan profesional.

Namun, tiga anggota dewan yang menjenguk pasien malah protes dan mengintimidasi dokter Icha. Mereka memaksa dengan suara keras agar dokter memberi pasien antibisa. Dokter berkukuh mengikuti prosedur. ”Panggil wartawan, panggil wartawan,” teriak salah satu anggota DPRD yang bernama Veronika Lake.

Anggota yang lain menimpali. ”Ingat ya wajah saya. Saya anggota DPRD Komisi III yang membawahkan dinas kesehatan,” kata Norbertus Tubani. Informasi yang dihimpun menyebutkan, Therensius merupakan keluarga pasien yang digigit ular itu.

Akibatnya, dokter Icha mengalami tekanan psikologis berat. Ia merasa terintimidasi, tertekan secara verbal, serta merasa profesionalitas dan kehormatannya sebagai tenaga kesehatan direndahkan. Dan itu terjadi di hadapan rekan kerja, pasien lain, dan masyarakat yang berada di lokasi kejadian. Ia mengalami depresi lalu mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Timor Tengah Utara Sondang Herikson Panjaitan mengatakan, prosedur yang dilakukan dokter Icha sudah tepat sebagaimana penelusuran yang dilakukan IDI. Sondang juga memuji keteguhannya dengan tidak mengikuti tekanan para anggota DPRD dimaksud.

Dokter Icha berhasil menangani pasien dengan baik. ”Terbukti, pasien tersebut dalam kondisi sehat sampai hari ini. Kami sangat menyayangkan apa yang sudah dilakukan olah para anggota dewan yang terhormat itu,” kata Sondang.

Serial Artikel

”Dokter Bodoh” yang Selalu Menghantui Dokter Icha

Dokter Icha dipermalukan di hadapan puluhan orang saat dia sedang berusaha menyelamatkan nyawa pasien yang terkena gigitan ular.

Baca Artikel


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tega Kakek di Kalteng Aniaya Cucu karena Sering Buang Air Sembarangan
• 15 jam laludetik.com
thumb
Inovasi Hear in Hijab Wardah Raih Bronze Lion di Cannes Lions 2026 Prancis
• 3 jam laludetik.com
thumb
Daftar Lengkap Harga Terbaru Emas Antam Hari Ini
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
SIBI x SLiMS: Ribuan Buku Digital Gratis Kini Antiribet Diakses
• 18 jam lalumedcom.id
thumb
Lima Jam Sebelum Kick-off, Ratusan Suporter Paraguay Padati Philadelphia
• 15 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.