Bali, VIVA – PT Bank Mandiri Taspen alias Bank Mantap menargetkan untuk naik kelas menjadi bank Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 3, pada tahun 2028 mendatang.
Head of Strategic & Performance Management Department Bank Mandiri Taspen, Agus Syaiful Anwar mengatakan, hal itu akan diraih pihaknya melalui penguatan modal secara organik, didukung pertumbuhan laba yang konsisten dan kebijakan penahanan sebagian besar laba perusahaan.
“Rencananya nanti di tahun 2028, mudah-mudahan kita sudah naik kelas lagi ke KBMI 3,” kata Agus dalam media gathering di Denpasar, Bali, Sabtu, 4 Juli 2026.
- [Mohammad Yudha Prasetya]
Dia menjelaskan, Bank Mantap baru naik kelas dari bank dalam kategori KBMI 1 menjadi KBMI 2 pada April 2024. Saat itu, modal inti perseroan telah melampaui batas minimum KBMI 1 sebesar Rp 6 triliun, dan kini mendekati Rp10 triliun.
"Hal itu pun menjadi landasan bagi kami untuk melanjutkan penguatan permodalan menuju KBMI 3," ujarnya.
Agus menjelaskan, sejak 2017 hingga 2020, ekspansi bisnis masih didukung melalui right issue, dengan sokongan modal dari Bank Mandiri dan Taspen. Namun sejak 2020 hingga saat ini, kebutuhan permodalan telah dipenuhi secara organik seiring peningkatan kinerja perseroan.
Agus mengatakan, kondisi tersebut tercermin dari rasio kecukupan modal (CAR) yang telah mencapai sekitar 30 persen, jauh di atas ketentuan regulator maupun rata-rata industri perbankan. Dia menambahkan, percepatan pertumbuhan modal juga didukung oleh kebijakan dividend payout ratio sebesar 10 persen kepada pemegang saham, yakni Bank Mandiri dan Taspen.
"Sekitar 90 persen laba ditahan, dan diputar kembali menjadi modal. Sehingga hal tersebut ikut mempercepat akumulasi modal inti perseroan," kata Agus.
Sementara syarat minimum modal inti untuk menjadi bank KBMI 3, yakni di atas Rp 14 triliun. Dengan posisi modal inti yang kini mendekati Rp 10 triliun, Agus meyakini pihaknya dapat mencapai target tersebut pada 2028 apabila kinerja tetap terjaga. Menurutnya, optimisme tersebut juga semakin besar apabila laba terus meningkat dari tahun ke tahun.
“Harapannya (laba) tahun ini bisa Rp1,7 triliun, tahun depannya lagi bisa Rp2 triliun, tahun depannya lagi bisa Rp2,5 triliun. Jadi rasa-rasanya kami masih sangat confidence untuk bisa naik kelas KBMI 3 di tahun 2028 dengan cara organik,” ujarnya.





