REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi mengakui masih banyak komplain publik soal kerusakan kondisi jalan di Jateng. Menurut Luthfi, salah satu faktor penyebab kerusakan jalan di wilayahnya adalah durasi hujan yang panjang.
"Jalan di tempat kita, baik itu jalan provinsi, kabupaten/kota, dan desa, publik komplain masyarakat kita banyak sekali terkait dengan jalan," kata Luthfi saat berbicara dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Jateng, Kamis (2/7/2026).
Baca Juga
Kutuk Rentetan Kasus Kekerasan Seksual di Ponpes, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pesantren Berbenah
Mengkhawatirkan, Marak Pelecehan di Pondok Pesantren di Jateng
Luthfi Ingin Tutup BUMD Pemprov Jateng yang Terus Rugi, PT PRPP Dibidik
Dia menjelaskan, kemantapan jalan di Provinsi Jateng pada 2025 mencapai 94,4 persen. "Tapi begitu 2026, kita turun menjadi 84 persen kemantapannya. Kenapa bisa kayak gitu? Karena durasi musim hujannya kita panjang satu tahun. Yang menjadi penyakit jalan kita adalah hujan," ucapnya.
Menurut Luthfi, jalan cenderung akan lebih mulus jika tidak sering terguyur dan tergenang air hujan. "Di Indonesia, di tempat kita, kena jalan semuanya hancur," kata dia.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Luthfi menginginkan agar potensi memviralkan kondisi jalan rusak di Jateng bisa diantisipasi. Namun dia pun menekankan bahwa komplain masyarakat soal jalan rusak tidak bisa serta merta langsung diperbaiki.
"Kita harus melakukan penganggaran, kemudian melakukan lelang, kemudian mana jalan-jalan yang menjadi prioritas," ucapnya.
Dia mengatakan, Pemprov Jateng telah menambah alokasi anggaran untuk perbaikan jalan sebesar Rp200 miliar. Dengan langkah tersebut, Luthfi berharap kondisi kemantapan jalan provinsi di Jateng bisa kembali mencapai 94 persen.
"Pokoknya 94 persen lagi harus mantap, sehingga tidak ada publik komplain. Jalan mana yang kita lakukan, yaitu jalan-jalan yang bisa menumbuhkan ekonomi baru di tempat kita, jalan-jalan perbatasan yang merupakan etalasenya Provinsi Jawa Tengah," ujar Luthfi.
Dia menambahkan, penambahan anggaran sebesar Rp200 miliar akan digunakan untuk memperbaiki jalan di sejumlah daerah, antara lain Wonogiri, Rembang, dan Blora. "Apalagi yang kemarin viral, semuanya sudah clear terkait jalan, tinggal lelang," katanya.