Penasihat Presiden Said Iqbal Akan Temui Manajemen TikTok & Tokopedia Bahas Isu PHK Massal

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA— Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal akan menemui manajemen serta pekerja Tokopedia dan TikTok untuk mendalami informasi terkait isu pemutusan hubungan kerja (PHK) di perusahaan tersebut.

Said mengatakan langkah itu dilakukan agar pemerintah memperoleh gambaran yang utuh sebelum mengambil kebijakan. Saat ini, pihaknya masih mengatur jadwal untuk bertemu langsung dengan perwakilan pekerja maupun manajemen perusahaan. Menurutnya, pemerintah tidak boleh hanya mendengar penjelasan dari satu pihak.

“Pemerintah harus mendapatkan gambaran yang utuh mengenai apa yang sebenarnya terjadi,” kata Said Iqbal dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/7/2026).

Dia menilai persoalan ketenagakerjaan di sektor ekonomi digital perlu dilihat secara komprehensif karena memiliki karakteristik yang berbeda dengan industri manufaktur. Menurutnya, Tokopedia dan TikTok merupakan bagian dari industri ekonomi digital berbasis platform sehingga pemerintah perlu turun langsung untuk mencari fakta di lapangan.

“Saya akan mengajak Kementerian Ketenagakerjaan untuk bersama-sama melakukan pendalaman agar diketahui secara jelas akar persoalannya,” katanya.

Said menegaskan pemerintah akan mengambil tindakan apabila dalam proses pendalaman ditemukan adanya pelanggaran terhadap ketentuan ketenagakerjaan. Dia memastikan negara akan hadir untuk melindungi hak-hak pekerja sekaligus memastikan seluruh ketentuan hukum dipatuhi.

Baca Juga

  • GoTo Hormati Keputusan TikTok Reorganisasi Tokopedia, Dampak pada Kinerja Terbatas
  • Pemungut Pajak Seller Marketplace Tak Berhenti di Tokopedia-Lazada Cs

Dia menargetkan dalam waktu dekat dapat bertemu dengan para pekerja Tokopedia dan TikTok bersama Kementerian Ketenagakerjaan guna memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi yang terjadi. Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, lanjutnya, pemerintah akan terus hadir untuk melindungi pekerja sekaligus menjaga iklim usaha yang sehat. Menurut Said, setiap persoalan harus diselesaikan berdasarkan fakta, melalui dialog, dan tetap menjunjung tinggi hukum yang berlaku.

Di sisi lain, Said menilai penyelesaian persoalan ketenagakerjaan juga harus mempertimbangkan kondisi bisnis yang dihadapi perusahaan. Apabila persoalan dipicu oleh dinamika pasar, perubahan model bisnis, atau tekanan ekonomi yang menyebabkan perusahaan merugi, penyelesaiannya perlu ditempuh melalui dialog konstruktif antara pemerintah, perusahaan, dan pekerja.

“Tidak semua persoalan PHK memiliki penyebab yang sama. Kalau masalahnya berkaitan dengan situasi pasar atau kondisi bisnis perusahaan, tentu kita akan duduk bersama untuk mencari solusi terbaik yang tetap melindungi pekerja sekaligus menjaga keberlangsungan usaha,” katanya.

Lebih lanjut, Said menyampaikan pendekatan dialog langsung di lapangan telah diterapkan pemerintah dalam sejumlah kasus hubungan industrial dan diklaim mampu mencegah PHK terhadap ribuan pekerja. Dalam salah satu kasus, sekitar 4.000 pekerja disebut berhasil diselamatkan dari ancaman PHK melalui pendekatan tersebut.

“Karena itu, pendekatan yang sama akan kami lakukan terhadap persoalan di sektor ekonomi digital,” pungkasnya.

Sebelumnya, TikTok buka suara terkait kabar PHK massal yang disebut berdampak pada hingga 90% karyawan Tokopedia.

Juru Bicara TikTok mengatakan perusahaan tengah menyelaraskan organisasi riset dan pengembangan (research and development/R&D) agar lebih berfokus pada area yang dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang bagi bisnis, komunitas kreator, dan penjual di platformnya.

“Ini bukan keputusan yang mudah, dan kami fokus untuk memberikan dukungan kepada rekan-rekan kami yang terdampak selama masa transisi ini,” kata Juru Bicara TikTok saat dihubungi Bisnis, Kamis (2/7/2026).

TikTok juga menegaskan akan terus berinvestasi untuk menjadikan Tokopedia sebagai platform yang lebih baik bagi pengguna maupun penjual. Perusahaan menyatakan tetap berkomitmen memberdayakan pelaku usaha lokal guna membangun ekosistem e-commerce yang berkelanjutan di Indonesia.

Sebelumnya, Ecommurz melaporkan ByteDance diduga melakukan PHK massal setelah peluncuran Tokopedia Lite. Karyawan dari divisi Teknologi, Research & Development (R&D), Trust and Safety (TnS), serta Keuangan (Finance) disebut menjadi kelompok yang paling terdampak.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Ecommurz dari sejumlah sumber, ByteDance dikabarkan hanya mempertahankan sekitar 10% karyawan Tokopedia untuk menangani proyek-proyek yang masih berjalan. MurzIntel juga melaporkan Tokopedia secara bertahap tengah dihentikan (sunset) dan akan digantikan oleh Tokopedia Lite, yakni versi yang sepenuhnya menggunakan sistem back-end internal TikTok Shop, sementara antarmuka (front-end) Tokopedia tetap dipertahankan.

Sejak kabar tersebut mencuat, moral karyawan Tokopedia disebut menurun. Sejumlah pegawai mengeluhkan pekerjaan mereka dikabarkan akan dialihkan kepada tim di luar negeri, yang kemudian memicu PHK dalam skala besar.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Berlaku Juli, 5 Operasi Ini Tak Ditanggung BPJS Kesehatan
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Prancis dan Maroko Jadi 2 Tim Pertama di Perempat Final Piala Dunia 2026
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Asian Boxing diharapkan munculkan petinju potensial Indonesia
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Terseret Isu OTT Bupati Kuansing, Menhut Raja Juli Punya 11 Tanah dan Bangunan Terbentang dari Jaksel hingga Tangerang
• 14 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Wujudkan Kepedulian Tanggung Jawab Sosial, Pegadaian Khitankan 130 Anak secara Gratis
• 3 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.