Meramu Seni Patung dalam Ruang Estetika Desain Interior

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

Sebuah ruang tidak hanya dibentuk oleh dinding dan furnitur, tetapi juga oleh cerita, perasaan, dan pengalaman yang hadir di dalamnya. Berangkat dari pemikiran tersebut, Mal Ashta District 8 menghadirkan konsep curated living, sebuah karya yang mengeksplorasi bagaimana seni, desain, dan gaya hidup dapat saling terhubung dalam menciptakan pengalaman ruang yang lebih bermakna.

Sajian di atrium mal ini mengajak pengunjung menemukan perspektif baru tentang cara melihat, merasakan, dan menjalani keseharian melalui pengalaman yang dikurasi secara menyeluruh dalam program curated living. Dengan membawa tema ”Where Design Meets Lifestyle”, mal menghadirkan rangkaian pengalaman yang memperlihatkan bahwa seni tidak hanya hadir di dalam galeri, tetapi juga dapat menjadi bagian dari ruang hidup dan aktivitas sehari-hari. Patung-patung itu dihadirkan seolah-olah karya itu berada di ruang koleksi seseorang di rumahnya.

Melalui kolaborasi bersama praktisi seni, desain, dan interior, ruang ini menghubungkan karya artistik dengan fungsi ruang itu sendiri yang menghadirkan pengalaman inspiratif sekaligus relevan dengan kehidupan urban masa kini.

Sebagai bagian utama dari pameran, suguhan pameran tunggal karya-karya pematung Indonesia, Adi Gunawan, ditampilkan dengan pendekatan interior yang dikurasi secara harmonis dalam tajuk Alaya Kala. Konsep ini menghadirkan sebuah ruang di mana karya seni dan desain interior berpadu secara harmonis yang memperlihatkan bagaimana keduanya mampu membangun koneksi berkesinambungan dan sekaligus menghadirkan makna baru dalam ruang-ruang dalam sebuah rumah.

Diambil dari bahasa Sanskerta, alaya berarti ’tempat bernaung’ dan kala berarti ’waktu’, yang bersama-sama merepresentasikan sebuah ruang yang menyimpan perjalanan, jejak, dan ingatan. Gagasan tersebut berangkat dari akar budaya yang melekat dalam perjalanan berkarya Adi Gunawan di Yogyakarta, kemudian diterjemahkan ke dalam pengalaman ruang yang lebih kontemporer melalui interpretasi elemen-elemen arsitektur rumah Jawa, khususnya joglo.

Rangkaian patung dari Adi Gunawan dikenal dengan karakter bentuk karyanya berfigur gemoi berambut kribo dengan mata tertutupnya yang mulai dimunculkan Adi sejak tahun 2007.

Titik fokus utama karya adalah patung berwarna merah berukuran besar dengan judul ”Natarajasana” yang menangkap keseimbangan indah dari bentuk tubuh manusia saat melakukan gerakan yoga dengan bertumpu pada satu kaki.

Karya ini mencerminkan baik kendali fisik maupun kedamaian batin yang dibutuhkan untuk sebuah postur yang anggun. Patung ini berdiri tepat sebagai titik pusat perhatian di tengah-tengah empat pilar utama tepat di tengah ruangan yang diumpamakan seperti pada bangunan inti pada sebuah joglo.

Sementara ada pula patung yang bersanding dengan hiasan eksterior seperti lampu hias meja yang artistik seperti patung berjudul ”Navasana”. Pada sudut lain, karya patung berjudul ”Leap of Toghetherness” yang memperlihatkan sepasang figur imut itu dilingkari balon bebek berwarna kuning berada di atas bufet dan bersanding dengan deretan perabotan seperti sofa.

Karya yang juga menyedot perhatian ada di akses masuk dan keluar ruangan, yaitu ”Luminous Voyage”, sepasang patung yang menggambarkan suami yang mendayung perahu sebagai pencari nafkah dan istri memegang lentera berperan sebagai pencerah mengarungi bahtera rumah tangga.

Patung ini sengaja diletakkan di depan sebagai filosofi sebuah rumah yang ditinggali oleh sebuah keluarga. Sementara sebuah patung dengan gestur yoga headstand dengan judul ”Vrschiksana” berukuran besar tampil di pintu keluar.

Selain karya-karya yang diletakkan di perabotan seperti bufet dan meja, beberapa figur patung ini ada yang berdiri sendiri, seperti patung berjudul ”Ladder to the Top” atau patung-patung lain yang menghiasi sudut ruangan dan menempel pada dinding.

Sebanyak 15 karya patung Adi Gunawan ini merupakan karyanya dalam tiga tahun terakhir hingga Desember 2025. Pemilihan karya patung yang ditampilkan adalah hasil kurasi Adi Gunawan sendiri, kecuali patung utama yang menjadi permintaan dari desainer interior. Pameran tunggal ini merupakan yang ketujuh belas dan merupakan kerja sama yang kelima kali Adi Gunawan dengan mal tersebut.

Alaya Kala mengangkat esensi nilai, memori, dan warisan budaya ke dalam sebuah ruang yang relevan dengan kehidupan masa kini. Melalui kolaborasi lintas disiplin tersebut, Alaya Kala menjadi ruang pertemuan antara seni, desain, dan warisan budaya, menghadirkan interpretasi kontemporer tentang bagaimana memori kolektif dapat diterjemahkan menjadi pengalaman yang menginspirasi.

Konsep Alaya Kala menghadirkan sebuah ruang di mana karya seni dan desain interior berpadu secara harmonis, yang memperlihatkan bagaimana keduanya mampu membangun koneksi berkesinambungan.

Kolaborasi bersama praktisi seni, desain dan interior ruang ini menghubungkan karya artistik dengan fungsi ruang itu sendiri yang menghadirkan pengalaman inspiratif.

Suguhan pameran tunggal karya-karya pematung Indonesia Adi Gunawan ditampilkan dengan pendekatan interior yang dikurasi secara harmonis dengan desain interior ruangan.

Pengunjung diajak mengeksplorasi bagaimana ruang yang dikurasi dengan penuh perhatian mampu memengaruhi cara kita melihat, merasakan, dan berinteraksi dengan lingkungan di sekitar. Setiap elemen dihadirkan sebagai bagian dari sebuah komposisi yang menghubungkan estetika, fungsi, dan pengalaman hidup dalam satu kesatuan. Pameran Alaya Kala ini berlangsung hingga 26 Juli 2026.

Baca JugaMelihat Indonesia lewat Mata Anak-anak
Baca JugaMenjaga Budaya dalam Gelap

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sumardji Yakin Timnas Indonesia Juara Piala AFF 2026
• 22 jam lalubola.com
thumb
Ciri Kepribadian Orang yang Suka Nonton Kisah True Crime untuk Healing
• 18 jam lalubeautynesia.id
thumb
BBMKG Medan Deteksi 13 Titik Panas di Sumatera Utara dan Ingatkan Potensi Hujan Lebat
• 14 jam lalupantau.com
thumb
Polisi Tetapkan 14 Tersangka Baru Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Solbakken Tegaskan Hormati Ancelotti Jelang Duel Brasil vs Norwegia
• 3 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.