KYIV, KOMPAS.TV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyebut pihaknya telah menyerang kota terbesar kedua di Rusia, St. Petersburg. Dia mengatakan serangan itu menghantam terminal minyak terbesar Rusia.
Militer Ukraina mengatakan terminal tersebut memproduksi 12,5 juta ton bahan bakar per tahun.
Dilansir BBC, Sabtu (4/7/2026), Zelenskyy menggambarkan serangan itu menghajar infrastruktur kunci yang membiayai perang Rusia di Ukraina.
Gubernur St. Petersburg Aleksandr Beglov mengungkapkan kotanya dihujani serangan drone yang masif. Beglov juga mengakui terminal minyak Rusia terkena serangan.
Namun, ia mengungkapkan tak ada korban jiwa akibat serangan tersebut.
Baca Juga: Trump Tunda Negosiasi AS-Iran untuk Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei: Karena Kami Baik
Ukraina baru-baru ini meningkatkan serangan drone jarak jauhnya terhadap infrastruktur energi penting Rusia.
Hal itu disebut menyebabkan kelangkaan bahan bakar yang meluas, meski Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan belum sampai kondisi mengkhawatirkan.
Kyiv mengatakan hampir 43 persen kapasitas penyulingan minyak Rusia telah “dinonaktifkan” sebagai akibat serangan Ukraina.
Namun, klaim Ukraina tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Penulis : Haryo Jati Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : BBC
- volodymyr zelenskyy
- ukraina
- kota terbesar rusia
- st petersburg
- ukraina serang rusia
- rusia





