Jakarta, tvOnenews.com- Indonesia baru-baru ini tengah mengalami gunung erupsi atau umum disebut gunung meletus. Ini terjadi pada gunung anak krakatau atau GAK.
Dengan kondisi ini, mengingatkan pada situasi gunung anak krakatau termasuk gunung aktif atau gunung berapinya Indonesia.
- Pujiansyah
Berkaitan dengan erupsi Gunung anak krakatau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten mengimbau masyarakat pesisir tetap waspada.
Diketahui sementara, peristiwa ini merupakan rangkaian letusan pertama yang tercatat sepanjang tahun 2026 setelah gunung vulkanik tersebut sempat tertidur sejak Desember 2024.
Terlebih situasi kini sudah dilevel 3 atau siaga, menandakan adanya peningkatan erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) guna menjaga keselamatan mereka dari dampak peristiwa itu.
Berikut 3 penyakit yang perlu diwaspadai pasca erupsi gunung berapi, yaitu:
1. Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA)
2. Infeksi Saluran Pernafasan Bawah (pneumonia dan bronkhitis)
3. Alergi, radang atau iritasi pada mata atau bisa iritasi kulit.
Sehubungan dengan gunung krakatau erupsi, BPBD mengimbau masyarakat pesisir tetap mewaspadai peningkatan erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) guna menjaga keselamatan.
- istimewa - dok PVMBG
Sejauh ini, berdasarkan pemantauan, situasi pesisir pantai Pandeglang relatif aman. Sementara itu masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh adanya peningkatan erupsi GAK.
"Kita sudah menyampaikan peringatan waspada erupsi Gunung Anak Krakatau kepada masyarakat, aparatur kecamatan hingga desa," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Strategi BPBD, Acep Firmansyah dalam antara, Minggu (5/7).
Sebelumnya status Gunung Anak Krakatau berada di level 2 atau waspada. Kini berstatus Level III atau Siaga.
Dibalik statusnya sudah siaga. Disebutkan sejumlah pedagang di Labuan Pandeglang mengaku bersama pedagang lainnya tetap melaksanakan aktivitas secara normal karena sudah terbiasa dengan peningkatan erupsi GAK.
Namun warga tetap haru waspada. Jarak aman ialah 5km dari Gunung.
"Kami minta nelayan, wisatawan, dan warga agar tidak mendekati kawasan GAK, karena khawatir terdampak bebatuan pijar. Petugas merekomendasikan radius lima kilometer dari gunung," katanya.(klw)
Selain itu, perlu diketahui seiring dengan peningkatan status Siaga ini, pihak berwenang meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya pada video viral hoaks yang menggambarkan letusan dahsyat disertai petir dari atas kapal, karena video tersebut dipastikan bukan visual dari erupsi saat ini.




