IWF Soroti Pentingnya Akses Pendanaan untuk Perempuan Bangun Bisnis

wartaekonomi.co.id
1 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indonesia Women in Finance (IWF) menyoroti masih terbatasnya akses pendanaan yang dihadapi perempuan dalam membangun dan mengembangkan usaha. Padahal, peningkatan jumlah perempuan wirausaha dinilai dapat menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

Executive Board Member CFA Society Indonesia, Melisa Hendrawati, menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan dalam dunia kewirausahaan saat ini bukan lagi sekadar isu kesetaraan, melainkan kebutuhan strategis bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Tantangan kita hari ini bukan lagi membuktikan bahwa perempuan mampu. Tantangan sesungguhnya adalah memastikan mereka memiliki akses terhadap modal, teknologi, jaringan, mentor, dan kepercayaan diri untuk membangun bisnis yang berkelanjutan. Ketika lebih banyak perempuan berwirausaha, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh keluarga mereka, tetapi juga oleh perekonomian nasional," ujar Melisa dikutip Minggu (5/7/2026).

Sementara itu, CFA (Director Investment & Finance Dapen Telkom), Siti Rakhmawati, turut menyoroti besarnya kontribusi perempuan dalam sektor UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. 

Menurutnya, perempuan memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi, namun masih menghadapi berbagai tantangan dalam memperoleh akses terhadap pembiayaan, jejaring, maupun peluang pengembangan usaha. Karena itu, dukungan dari seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mempercepat lahirnya lebih banyak women entrepreneurs di Indonesia.

Selain sesi diskusi panel, peserta juga mengikuti Speedy Mentoring, sebuah sesi mentoring interaktif yang mempertemukan peserta secara langsung dengan para pemimpin perempuan dan praktisi industri. 

Dalam sesi ini, peserta memperoleh kesempatan untuk berdiskusi mengenai pengembangan karier, membangun bisnis, kepemimpinan, hingga strategi menghadapi berbagai tantangan profesional.

Konferensi juga menjadi momentum perkenalan buku Career Jungle, karya Hany Gungoro, Melisa Hendrawati (CFA Society Indonesia), dan Steve Balaban (CFA Society Canada). Buku ini lahir dari kesadaran bahwa dunia kerja saat ini telah berubah secara fundamental. 

Baca Juga: Wujudkan Ekonomi Berkelanjutan, Bank Mandiri Perkuat Ekosistem Ekonomi Perempuan di Jawa Tengah

Baca Juga: Penjaminan Pembiayaan Syariah Jadi Kunci Perluasan Akses Pembiayaan UMKM

Jika dahulu perjalanan karier diibaratkan sebagai tangga yang harus dinaiki secara bertahap, kini karier lebih menyerupai sebuah jungle - dinamis, kompleks, penuh perubahan, sekaligus menawarkan peluang tanpa batas bagi mereka yang adaptif dan terus belajar. Konsep inilah yang kemudian diwujudkan dalam metafora The Career Jungle.

Melalui penyelenggaraan Indonesia Women in Finance Conference 2026, IWF berharap dapat terus membangun ekosistem yang mendorong kolaborasi, mentoring, dan jejaring profesional bagi perempuan Indonesia. 

Harapannya, konferensi ini tidak hanya menjadi forum berbagi inspirasi, tetapi juga melahirkan lebih banyak perempuan yang berani membangun usaha, memimpin organisasi, serta memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wamenko Pangan: Food estate Kalteng diperkuat manajemen risiko
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Menilik Kemeriahan dan Antusiasme Pendukung Jelang Laga Kanada vs Maroko di Houston | KOMPAS MALAM
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Ketidakpastian Hukum Ibu Kota Negara
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Wamendagri Wiyagus Dorong Kepala Daerah Terapkan Pembiayaan Kreatif
• 20 jam laludetik.com
thumb
Mentan Amran Sebut Petani Merauke Semakin Sejahtera, Sudah Pakai iPhone
• 20 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.