80% PWNU Ingin Adanya Perubahan Total dalam PBNU, Ini Alasannya

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Katib Syuriyah PCNU Jombang 2017-2022, Gus Rijal mengungkapkan banyaknya pertemuan informal perorangan para fungsionaris PWNU se-Indonesia menjelang Muktamar ke-35 NU digelar. Ia mengatakan pertemuan informal itu terjadi selama pelaksanaan Konbes dan Munas NU, 20-22 Juni 2026 lalu di Ploso, Kediri.

"Banyak pertemuan informal bersifat perorangan para fungsionaris PWNU se-Indonesia yang hadir. Suara berbisik diantara mereka tidak saling diperdengarkan keluar, bahwa Pengurus PWNU se-Indonesia dominan menghendaki perubahan total PBNU," kata Gus Rijal dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 5 Juli 2026.

Baca Juga :
LESBUMI PBNU Tolak Keras Aturan Turunan PP Kesehatan, Singgung Nasib Petani Tembakau
Gus Salam Beberkan Alasan Maju Jadi Calon Ketua PBNU, Diperintah Sesepuh NU Ini

Ia mengatakan bahwa banyak pihak yang menghendaki reformasi total PBNU. Gus Rijal menjelaskan pendapat itu disampaikan kepada sesama fungsionaris NU yang dikenal di berbagai daerah melalui jaringan personal. 

Alasan yang disampaikan, kata dia, untuk menghilangkan konflik yang membelit petinggi NU. 

“Keluh kesah mereka jelas. Itu menunjukkan penegasan sikap dari PWNU-PCNU, baik di Jawa maupun luar Jawa terhadap PBNU. Terkesan ada indikasi frustasi hingga ekspresi muak terhadap perilaku dan manuver petinggi PBNU jelang muktamar 2026,” ungkap Gus Rijal.

“Mereka lelah memikul beban perseteruan elit PBNU yang dampaknya mengganggu kinerja dan kepercayaan jam’iyyah di wilayah, cabang hingga ranting dan jama’ah,” sambungnya.

Lebih lanjut Gus Rijal menjelaskan, sekitar 80 persen PWNU menginginkan perubahan total pada kepengurusan PBNU mendatang. Menurutnya, tampak perseteruan hingga konflik berkepanjangan di tubuh PBNU periode 2021-2026.

Dalam kesempatan yang sama, ketua PWNU Sumatera Barat, Ganefri mengatakan bahwa forum 32 PWNU se-Indonesia melalui rakor daring meminta agar Muktamar ke-35 NU dilaksanakan di Jakarta. 

Desakan sikap ini untuk memberi kepastian kepada PBNU dari tarik ulur lokasi muktamar yang berlangsung dua bulan. Forum berharap agar dipertimbangkan, walau keputusan akhir tetap di PBNU.

"Muktamar ini forum besar NU. Karena itu, tempatnya harus yang paling siap, paling mudah dijangkau, dan paling memungkinkan untuk mempercepat koordinasi. Dengan waktu persiapan yang semakin pendek, Jakarta adalah pilihan yang paling realistis," kata Ganefri.

Gus Rijal menilai, desakan sikap forum PWNU se-Indonesia kepada PBNU sudah kedua kalinya. Pertama pada 27 April 2026, 23 PWNU mendesak dan meminta PBNU untuk melaksanakan muktamar pada akhir Juli atau awal Agustus dengan klausul.

Baca Juga :
Gus Lilur: Semua Jamaah NU Sesalkan Konflik di Tubuh PBNU
PBNU Sebut Muktamar NU Digelar 1-5 Agustus
Munas dan Konbes NU Bahas Pengelolaan Tambang, dari Aspek Kepemilikan hingga Pemanfaatannya

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kejurnas BMX Racing di Banyuwangi jadi momentum regenerasi
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
AS Raksasa Dunia, Simpan Sejarah 10 Krisis Ekonomi Paling Kelam
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pencuri 1,5 Kuintal Buah Naga di Banyuwangi Diarak Warga ke Polsek
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Mencicipi Dessert Tradisional Khas Thailand Kesukaan Lisa BLACKPINK
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Dugaan Intimidasi Mendiang Dokter Icha Diusut, Polisi Telusuri Jejak Digital
• 17 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.