Bisnis.com, JAKARTA — Perayaan Hari Kemerdekaan ke-250 tahun Amerika Serikat (AS) tetap digelar di berbagai negara bagian meski diwarnai cuaca ekstrem berupa gelombang panas dan badai.
Presiden AS Donald Trump juga tetap menyampaikan pidato di National Mall, Washington DC, Jumat (4/7/2026) waktu setempat, setelah sempat tertunda akibat kondisi cuaca.
Mengutip The New York Times, cuaca buruk mengganggu sejumlah agenda peringatan Hari Kemerdekaan di berbagai wilayah Amerika Serikat. Di ibu kota, badai memaksa penyelenggara menunda kehadiran Trump, meski akhirnya acara tetap dilanjutkan.
Trump menyampaikan pidato di hadapan ribuan warga menjelang pertunjukan kembang api yang diklaim sebagai "pertunjukan kembang api terbesar dalam sejarah."
Pertunjukan kembang api tersebut berlangsung lebih dari 30 menit, sedangkan durasi pidato Trump yang mencapai 40 menit.
Di tengah pertunjukan, kilatan petir kembali terlihat di langit Washington. Namun, tidak ada instruksi baru dari otoritas untuk mengevakuasi pengunjung sebagaimana sempat dilakukan sebelumnya akibat cuaca buruk.
Baca Juga
- Trump Pidato di Kemerdekaan AS, Tegaskan Agenda Politik dan Nasionalisme
- Trump Raup Lebih dari US$1 Miliar dari Bisnis Kripto, Konflik Kepentingan Disorot
- Konflik Iran Dongkrak Harga BBM, Trump Desak Peritel AS Segera Turunkan Harga
Suasana perayaan tetap berlangsung meriah. Lagu Y.M.C.A., yang kerap diputar dalam berbagai acara Trump, mengiringi penampilan kembang api. Banyak pengunjung menghentikan sejenak aktivitas merekam pertunjukan untuk ikut menari mengikuti irama lagu tersebut.
Dalam pidatonya, sebagaimana dilansir CNN, Trump memberikan penghormatan kepada sejumlah penerima Medal of Honor dan veteran perang, termasuk Sersan William Harvey Carney, mantan budak yang menjadi prajurit Union pada Perang Saudara Amerika Serikat dan menerima Medal of Honor setelah mempertahankan bendera Amerika agar tidak jatuh ke tanah saat pertempuran.
Trump turut mengundang sejumlah veteran naik ke atas panggung dan memamerkan beberapa bendera bersejarah Amerika Serikat yang disebut pernah dikibarkan pada berbagai peristiwa penting dalam sejarah negara tersebut.
"Karena para pahlawan seperti mereka ini, bendera kita akan selalu menjadi simbol dari kebebasan dan keadilan untuk semua," ujar Trump.
Menjelang akhir pidatonya, Trump kembali menyampaikan optimisme terhadap masa depan Amerika Serikat menjelang peringatan 250 tahun kemerdekaan negara itu pada 2026.
"Ini baru awal dari era keemasan Amerika. Kami akan membawa negara ini ke tingkat yang belum pernah dicapai sebelumnya. Kami akan menjadikannya lebih besar, lebih baik, lebih kuat, dan semakin kami cintai," ujar Trump.
Pidato Hari Kemerdekaan tahun ini menjadi salah satu agenda utama pemerintahan Trump menjelang peringatan 250 tahun berdirinya Amerika Serikat pada 2026.
Menurut CNN, pidato tersebut berbeda dari rapat umum politik Trump yang biasa karena lebih banyak mengangkat sejarah bangsa dan penghormatan kepada para pahlawan, meski tetap memuat sejumlah pesan politik domestik.





