Jakarta (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menegaskan penguatan talenta digital menjadi faktor utama dalam menentukan posisi Indonesia di tengah persaingan teknologi global yang semakin ketat.
Pemerintah menilai kualitas sumber daya manusia menjadi penentu dalam menghadapi perubahan struktur industri digital, termasuk perkembangan kecerdasan artifisial dan transformasi ekosistem teknologi.
“Talenta digital menjadi faktor penentu. Dengan kemampuan manusia yang kuat, kita bisa mengatasi keterbatasan infrastruktur dan meningkatkan daya saing,” kata Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.
Baca juga: Menkomdigi: Ekonomi digital bermakna jika anak tumbuh berbudaya bangsa
Ia menyampaikan bahwa persaingan teknologi global tidak lagi bertumpu pada infrastruktur semata, tetapi juga pada penguasaan talenta dan kemampuan inovasi.
Kondisi ini menuntut Indonesia untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga bagian dari rantai nilai pengembangan teknologi global.
Nezar menjelaskan perkembangan teknologi digital saat ini ditandai oleh kompetisi global yang sangat cepat, termasuk pada lapisan infrastruktur komputasi dan kecerdasan artifisial.
Baca juga: Kementerian Ekraf: Program BDT 2026 meluluskan 2.053 talenta digital
Dalam konteks tersebut, Indonesia masih memiliki tantangan dalam memperkuat posisi pada rantai pasok teknologi global.
Menurutnya, penguatan talenta digital menjadi kunci untuk meningkatkan kapasitas nasional dalam menghadapi perubahan tersebut.
“Indonesia harus keluar dari posisi hanya sebagai pengguna teknologi. Kita perlu masuk ke proses penciptaan, bukan hanya pemakaian,” kata Nezar.
Baca juga: Wamenkomdigi ungkap literasi digital cara baru penting hadapi era AI
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan talenta digital.
Kampus dinilai menjadi pintu masuk strategis untuk membangun ekosistem inovasi yang terhubung dengan kebutuhan industri dan kebijakan pemerintah.
Kemkomdigi saat ini menjalankan program penguatan talenta digital melalui kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia, termasuk AI Talent Factory yang dilaksanakan di sejumlah kampus di dalam dan luar Jawa.
Program ini diarahkan untuk memperluas akses pengembangan kompetensi digital secara lebih merata.
Baca juga: Strategi Pemerintah cetak santri jadi talenta digital berdaya saing
“Kampus menjadi pintu masuk untuk membangun talenta digital yang siap menghadapi kebutuhan industri masa depan,” ujar Nezar.
Ia juga menekankan bahwa penguatan talenta digital tidak hanya menyasar aspek teknis, tetapi juga pemahaman terhadap dinamika global, termasuk aspek geopolitik teknologi dan perubahan struktur ekonomi digital yang berlangsung cepat.
Melalui pendekatan tersebut, Kemkomdigi menempatkan pengembangan talenta digital sebagai bagian penting dari strategi nasional untuk memperkuat daya saing Indonesia dalam ekosistem teknologi global yang terus berkembang.
Baca juga: Kemkomdigi latih talenta digital SMK guna buka peluang kerja di daerah
Pemerintah menilai kualitas sumber daya manusia menjadi penentu dalam menghadapi perubahan struktur industri digital, termasuk perkembangan kecerdasan artifisial dan transformasi ekosistem teknologi.
“Talenta digital menjadi faktor penentu. Dengan kemampuan manusia yang kuat, kita bisa mengatasi keterbatasan infrastruktur dan meningkatkan daya saing,” kata Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.
Baca juga: Menkomdigi: Ekonomi digital bermakna jika anak tumbuh berbudaya bangsa
Ia menyampaikan bahwa persaingan teknologi global tidak lagi bertumpu pada infrastruktur semata, tetapi juga pada penguasaan talenta dan kemampuan inovasi.
Kondisi ini menuntut Indonesia untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga bagian dari rantai nilai pengembangan teknologi global.
Nezar menjelaskan perkembangan teknologi digital saat ini ditandai oleh kompetisi global yang sangat cepat, termasuk pada lapisan infrastruktur komputasi dan kecerdasan artifisial.
Baca juga: Kementerian Ekraf: Program BDT 2026 meluluskan 2.053 talenta digital
Dalam konteks tersebut, Indonesia masih memiliki tantangan dalam memperkuat posisi pada rantai pasok teknologi global.
Menurutnya, penguatan talenta digital menjadi kunci untuk meningkatkan kapasitas nasional dalam menghadapi perubahan tersebut.
“Indonesia harus keluar dari posisi hanya sebagai pengguna teknologi. Kita perlu masuk ke proses penciptaan, bukan hanya pemakaian,” kata Nezar.
Baca juga: Wamenkomdigi ungkap literasi digital cara baru penting hadapi era AI
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan talenta digital.
Kampus dinilai menjadi pintu masuk strategis untuk membangun ekosistem inovasi yang terhubung dengan kebutuhan industri dan kebijakan pemerintah.
Kemkomdigi saat ini menjalankan program penguatan talenta digital melalui kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia, termasuk AI Talent Factory yang dilaksanakan di sejumlah kampus di dalam dan luar Jawa.
Program ini diarahkan untuk memperluas akses pengembangan kompetensi digital secara lebih merata.
Baca juga: Strategi Pemerintah cetak santri jadi talenta digital berdaya saing
“Kampus menjadi pintu masuk untuk membangun talenta digital yang siap menghadapi kebutuhan industri masa depan,” ujar Nezar.
Ia juga menekankan bahwa penguatan talenta digital tidak hanya menyasar aspek teknis, tetapi juga pemahaman terhadap dinamika global, termasuk aspek geopolitik teknologi dan perubahan struktur ekonomi digital yang berlangsung cepat.
Melalui pendekatan tersebut, Kemkomdigi menempatkan pengembangan talenta digital sebagai bagian penting dari strategi nasional untuk memperkuat daya saing Indonesia dalam ekosistem teknologi global yang terus berkembang.
Baca juga: Kemkomdigi latih talenta digital SMK guna buka peluang kerja di daerah





