Komdigi Targetkan Kecepatan Internet Nasional 100 Mbps dalam 2 Tahun

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan kecepatan internet nasional mencapai rata-rata 100 Mbps dalam dua tahun ke depan. Target tersebut akan ditempuh melalui percepatan pembangunan infrastruktur digital, peningkatan investasi operator telekomunikasi, serta perluasan akses internet hingga wilayah pinggiran.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, mengatakan pemerintah berkomitmen menghadirkan layanan internet yang lebih cepat, merata, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat.

"Kita berkomitmen menembus 100 Mbps kira kira di dua tahun mendatang secara merata dan juga dengan harga yang semakin murah," ujar Nezar saat berdialog dengan jajaran pegawai Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Medan, Sumatera Utara, Sabtu (4/7).

Nezar menjelaskan, peningkatan kualitas konektivitas menjadi bagian dari strategi Komdigi melalui visi "Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga". Menurut dia, infrastruktur digital yang semakin baik akan menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi digital, peningkatan produktivitas masyarakat, dan perluasan akses layanan publik berbasis digital.

Untuk mencapai target tersebut, Komdigi mendorong operator telekomunikasi meningkatkan investasi jaringan, termasuk memperluas pembangunan serat optik, memperkuat layanan fixed broadband, serta memanfaatkan teknologi satelit untuk menjangkau wilayah yang belum terlayani secara optimal.

"Kemarin kita juga mendorong operator seluler dan perusahaan telekomunikasi untuk meningkatkan belanja modal mereka sehingga dapat menjangkau daerah daerah pinggiran. Tujuannya agar masyarakat memperoleh akses internet yang semakin terjangkau dengan kualitas layanan yang semakin baik," kata dia.

Meski pembangunan infrastruktur digital terus dilakukan, Nezar mengakui pemerataan akses internet masih menjadi tantangan. Laporan mengenai wilayah yang belum memiliki sinyal atau blank spot masih ditemukan, termasuk di sejumlah daerah di Pulau Jawa.

"Kita harus menutup kesenjangan infrastruktur dan konektivitas yang masih ada, termasuk mengatasi wilayah wilayah yang masih mengalami blank spot," ujar Nezar.

Ia mengatakan, pemerintah kini mengembangkan pendekatan yang lebih terpadu untuk memperkuat konektivitas nasional. Selain melanjutkan pembangunan infrastruktur di wilayah tertinggal, penguatan jaringan dilakukan melalui kombinasi serat optik, layanan broadband tetap, dan konektivitas satelit agar masyarakat memperoleh layanan internet yang lebih andal.

Nezar juga menyoroti pentingnya konektivitas dalam situasi kebencanaan. Menurut dia, pemulihan jaringan telekomunikasi menjadi salah satu kebutuhan yang paling banyak diminta masyarakat setelah bantuan logistik.

"Ketika terjadi bencana, selain permintaan bantuan makanan, masyarakat juga meminta pemulihan sinyal. Itu menunjukkan konektivitas sudah menjadi kebutuhan yang melekat dalam kehidupan sehari hari," ujarnya.

Karena itu, Komdigi menyatakan akan terus meningkatkan kualitas layanan telekomunikasi bersama para pemangku kepentingan agar transformasi digital dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat di seluruh Indonesia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Halo Robotics Perkenalkan DJI O4 Ground Station untuk Operasi Drone Enterprise
• 10 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Buru Pembuang Bayi di Toilet KA Sancaka, Polisi Periksa Saksi dan Cek CCTV
• 14 jam laludetik.com
thumb
Kepribadian Orang yang Lebih Suka Telepon daripada Chatting
• 1 jam lalubeautynesia.id
thumb
Ekspor Terus Tumbuh, Pendapatan JTPE Capai Rp265 Miliar di Kuartal I-2026
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
Pemberdayaan Perempuan di Dunia Kewirausahaan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional
• 11 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.