Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan pihaknya siap mendukung penuh keberhasilan program strategis pemerintah melalui penguatan penyerapan hasil panen padi petani wilayah Papua Selatan.
"Peningkatan produksi harus diiringi dengan jaminan penyerapan agar petani memperoleh kepastian pasar dan harga yang layak," kata Rizal di Merauke, Papua Selatan, Minggu.
Dia menegaskan hal itu sebagai bentuk dukungan terhadap Gerakan Tanam Padi Serentak di kawasan cetak sawah Merauke, Papua Selatan, sebagai upaya memperkuat produksi pangan nasional, menjaga pasokan beras, dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.
Bulog berkomitmen menjadi mitra strategis petani dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional. Sinergi bersama Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat agar setiap peningkatan produksi dapat terserap secara optimal.
Baca juga: Mentan Amran kawal cetak sawah dan oplah di Tanah Papua 137 ribu ha
"Ini untuk memperkuat cadangan pangan pemerintah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani sebagai pelaku utama pembangunan sektor pangan," ujarnya.
Melalui sinergi yang semakin erat antara pemerintah, petani, dan Perum Bulog, lanjut Rizal, pengembangan kawasan pertanian di Papua Selatan diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.
Dengan dukungan teknologi modern, pembangunan infrastruktur, peningkatan produktivitas, serta kepastian penyerapan hasil panen, Merauke diyakini akan tumbuh sebagai salah satu sentra produksi pangan nasional yang mampu memperkuat ketahanan pangan Indonesia sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Papua Selatan saat ini menjadi episentrum pengembangan kawasan pangan baru nasional. Pemerintah telah mengembangkan 83.030 hektare lahan cetak sawah dan 54.399 hektare optimalisasi lahan di seluruh Tanah Papua.
Dari jumlah tersebut, Papua Selatan menjadi wilayah pengembangan terbesar dengan 48.934 hektare lahan cetak sawah dan 53.499 hektare optimalisasi lahan atau hampir 100 ribu hektare kawasan produksi pangan yang dipersiapkan sebagai lumbung pangan masa depan Indonesia.
Untuk mempercepat pengembangan kawasan tersebut, pemerintah melalui Kementertian Pertanian mengalokasikan dukungan sebesar Rp1,3 triliun pada tahun 2026.
Anggaran itu dialokasikan untuk pembangunan berbagai sarana dan prasarana pertanian mulai dari penyediaan benih unggul, alat dan mesin pertanian (alsintan), pembangunan Rice Milling Unit (RMU), dryer, gudang penyimpanan, hingga infrastruktur pendukung lainnya.
Untuk mendukung kelancaran penyerapan hasil panen, pemerintah juga akan membangun gudang Bulog di Merauke dengan kapasitas awal sekitar 3.000 ton yang dapat ditingkatkan hingga 5.000 ton.
Baca juga: Pemerintah buat pertanian modern Papua Selatan sejajar Jepang-AS
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani berdialog dengan warga di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Minggu (5/7/2026). ANTARA/Harianto Gudang itu akan dilengkapi fasilitas pascapanen seperti dryer dan unit pengolahan beras. Kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan mampu menjaga mutu hasil panen, mengurangi kehilangan hasil, serta memperkuat rantai pasok pangan nasional dari hulu hingga hilir.
Adapun pelaksanaan Gerakan Tanam Padi Serentak di lokasi cetak sawah Desa Waninggap Kai, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, dipimpin Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.
Mentan Amran menegaskan pemerintah berkomitmen penuh menjadikan Papua Selatan sebagai salah satu pusat pertumbuhan pangan nasional melalui pengembangan kawasan pertanian modern yang terintegrasi.
"Program cetak sawah ini merupakan aspirasi masyarakat dan seluruh lahannya tetap menjadi milik masyarakat," kata Mentan.
Baca juga: Bulog: Papua Selatan jadi kawasan pangan seluas 102 ribu hektare
Pemerintah hadir memberikan dukungan melalui pembangunan infrastruktur, alat dan mesin pertanian, benih, pendampingan, hingga menjamin hasil panen petani terserap dengan harga yang menguntungkan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Mari kita bekerja keras, berkolaborasi, dan menjadikan bertani sebagai jalan menuju kesejahteraan. Bertani, Sejahtera," ujar Amran.
"Peningkatan produksi harus diiringi dengan jaminan penyerapan agar petani memperoleh kepastian pasar dan harga yang layak," kata Rizal di Merauke, Papua Selatan, Minggu.
Dia menegaskan hal itu sebagai bentuk dukungan terhadap Gerakan Tanam Padi Serentak di kawasan cetak sawah Merauke, Papua Selatan, sebagai upaya memperkuat produksi pangan nasional, menjaga pasokan beras, dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.
Bulog berkomitmen menjadi mitra strategis petani dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional. Sinergi bersama Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat agar setiap peningkatan produksi dapat terserap secara optimal.
Baca juga: Mentan Amran kawal cetak sawah dan oplah di Tanah Papua 137 ribu ha
"Ini untuk memperkuat cadangan pangan pemerintah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani sebagai pelaku utama pembangunan sektor pangan," ujarnya.
Melalui sinergi yang semakin erat antara pemerintah, petani, dan Perum Bulog, lanjut Rizal, pengembangan kawasan pertanian di Papua Selatan diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.
Dengan dukungan teknologi modern, pembangunan infrastruktur, peningkatan produktivitas, serta kepastian penyerapan hasil panen, Merauke diyakini akan tumbuh sebagai salah satu sentra produksi pangan nasional yang mampu memperkuat ketahanan pangan Indonesia sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Papua Selatan saat ini menjadi episentrum pengembangan kawasan pangan baru nasional. Pemerintah telah mengembangkan 83.030 hektare lahan cetak sawah dan 54.399 hektare optimalisasi lahan di seluruh Tanah Papua.
Dari jumlah tersebut, Papua Selatan menjadi wilayah pengembangan terbesar dengan 48.934 hektare lahan cetak sawah dan 53.499 hektare optimalisasi lahan atau hampir 100 ribu hektare kawasan produksi pangan yang dipersiapkan sebagai lumbung pangan masa depan Indonesia.
Untuk mempercepat pengembangan kawasan tersebut, pemerintah melalui Kementertian Pertanian mengalokasikan dukungan sebesar Rp1,3 triliun pada tahun 2026.
Anggaran itu dialokasikan untuk pembangunan berbagai sarana dan prasarana pertanian mulai dari penyediaan benih unggul, alat dan mesin pertanian (alsintan), pembangunan Rice Milling Unit (RMU), dryer, gudang penyimpanan, hingga infrastruktur pendukung lainnya.
Untuk mendukung kelancaran penyerapan hasil panen, pemerintah juga akan membangun gudang Bulog di Merauke dengan kapasitas awal sekitar 3.000 ton yang dapat ditingkatkan hingga 5.000 ton.
Baca juga: Pemerintah buat pertanian modern Papua Selatan sejajar Jepang-AS
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani berdialog dengan warga di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Minggu (5/7/2026). ANTARA/Harianto Gudang itu akan dilengkapi fasilitas pascapanen seperti dryer dan unit pengolahan beras. Kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan mampu menjaga mutu hasil panen, mengurangi kehilangan hasil, serta memperkuat rantai pasok pangan nasional dari hulu hingga hilir.
Adapun pelaksanaan Gerakan Tanam Padi Serentak di lokasi cetak sawah Desa Waninggap Kai, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, dipimpin Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.
Mentan Amran menegaskan pemerintah berkomitmen penuh menjadikan Papua Selatan sebagai salah satu pusat pertumbuhan pangan nasional melalui pengembangan kawasan pertanian modern yang terintegrasi.
"Program cetak sawah ini merupakan aspirasi masyarakat dan seluruh lahannya tetap menjadi milik masyarakat," kata Mentan.
Baca juga: Bulog: Papua Selatan jadi kawasan pangan seluas 102 ribu hektare
Pemerintah hadir memberikan dukungan melalui pembangunan infrastruktur, alat dan mesin pertanian, benih, pendampingan, hingga menjamin hasil panen petani terserap dengan harga yang menguntungkan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Mari kita bekerja keras, berkolaborasi, dan menjadikan bertani sebagai jalan menuju kesejahteraan. Bertani, Sejahtera," ujar Amran.




