Pantau - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan skenario kebijakan mengenai keterlibatan kantin sekolah dalam distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih disusun bersama Badan Gizi Nasional (BGN).
Abdul Mu'ti menegaskan hingga saat ini belum ada keputusan mengenai peran kantin sekolah dalam pelaksanaan program tersebut.
Abdul Mu'ti mengatakan, “Jadi belum ada keputusan soal bagaimana nanti kantin dan berbagai pelayanan lainnya. Agar MBG berjalan dengan baik, tentu semua harus melalui pengkajian yang mendalam.”
Menurut Abdul Mu'ti, keputusan yang telah dihasilkan dalam rapat tingkat menteri adalah penetapan sasaran penerima manfaat MBG yang diprioritaskan bagi siswa yang benar-benar membutuhkan.
Abdul Mu'ti mengatakan, “Yang sudah diputuskan dalam rapat tingkat menteri adalah penerima MBG ini nanti tidak untuk semuanya, tetapi hanya untuk yang memerlukan.”
Mekanisme Pelaksanaan Masih DisusunAbdul Mu'ti menjelaskan mekanisme pelaksanaan kebijakan tersebut masih dalam tahap penyusunan agar implementasinya dapat berjalan secara optimal.
Abdul Mu'ti mengatakan, “Mekanismenya bagaimana sedang kami susun supaya kebijakan ini dapat terlaksana dengan baik.”
Ia menambahkan kewenangan penyusunan kebijakan distribusi MBG berada di Badan Gizi Nasional, sementara Kemendikdasmen memberikan masukan agar pelaksanaan program sesuai dengan tujuan yang ditetapkan pemerintah.
Abdul Mu'ti mengatakan, “Semangat MBG kan oleh Pak Presiden dimaksudkan untuk membangun generasi yang sehat secara fisik sehingga terbebas dari stunting.”
Menurutnya, penyaluran manfaat program akan lebih tepat sasaran apabila diprioritaskan kepada siswa yang paling membutuhkan.
Abdul Mu'ti mengatakan, “Jadi memang ya lebih tepat siapa yang paling berhak menerima itu yang dilayani.”
MBG Dukung Pendidikan KarakterKemendikdasmen menegaskan Program MBG tidak hanya berfokus pada pemberian makanan bergizi, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter siswa di sekolah.
Program tersebut merupakan salah satu dari tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yaitu membiasakan makan sehat dan bergizi.
Abdul Mu'ti mengatakan, “Kami sudah menerbitkan berbagai panduan mengenai bagaimana pendidikan karakter terintegrasi dengan MBG.”
Kemendikdasmen terus berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional terkait pelaksanaan program dan menunggu kebijakan lanjutan dari lembaga tersebut.
Abdul Mu'ti mengatakan, “Bagaimana nanti kebijakan barunya akan disiapkan BGN sebagai institusi yang mempunyai kewenangan menyelenggarakan MBG.”




