Washington: Amerika Serikat merayakan hari ulang tahun ke-250 pada Sabtu, 4 Juli 2026, dengan pesta kembang api, atraksi udara, konser, dan berbagai kegiatan di seantero negeri.
Namun, rangkaian perayaan sempat terganggu gelombang panas dan cuaca ekstrem serta diwarnai kritik terhadap Presiden Donald Trump yang dinilai mempolitisasi momentum bersejarah tersebut.
Dalam pidatonya di National Mall, Washington DC, Trump menyatakan "American Dream" telah kembali.
"Mimpi Amerika telah kembali," kata Trump di hadapan para pendukungnya sebelum pertunjukan kembang api yang disebutnya sebagai yang terbesar di dunia.
Pidato Trump yang berakhir menjelang tengah malam juga menyinggung sejumlah isu politik, termasuk penolakannya terhadap komunisme, dukungannya terhadap Save America Act, serta hak kepemilikan senjata.
"Hidup perjuangan kemerdekaan. Semoga terus berjaya selamanya. Kita akan selalu berada di puncak, tidak akan membiarkan negara kita semua jatuh, dan kita akan selalu menjadi yang terbaik," ujarnya, seperti dikutip dari BBC, Minggu, 5 Juli 2026.
Baca juga: Peringatan 250 Tahun AS: Trump Sebut Identitas Amerika Diserang Kaum Radikal Atraksi Udara dan Pesta Kembang Api Sebelumnya, badai petir memaksa otoritas mengevakuasi sementara kawasan National Mall, sehingga sejumlah agenda perayaan mengalami penundaan.
Pengunjung acara Salute to America, Great American State Fair, serta zona penggemar Piala Dunia diminta berlindung di gedung-gedung sekitar hingga cuaca membaik.
Setelah badai berlalu, rangkaian acara kembali dilanjutkan, termasuk pertunjukan udara yang menampilkan pesawat kepresidenan Air Force One terbaru, konser, serta pesta kembang api yang berakhir sekitar pukul 01.00 waktu setempat.
Di tengah perayaan, sekitar 400 anggota kelompok nasionalis kulit putih Patriot Front terlihat berbaris di pusat kota Washington sambil membawa bendera Amerika Serikat.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan anggota kelompok tersebut, yang mengenakan penutup wajah dan pakaian seragam, berjalan di sekitar Gedung Capitol dan Stasiun Union.
America 250 Perayaan Hari Kemerdekaan juga berlangsung di berbagai wilayah Amerika Serikat melalui konser, pesta rakyat, serta upacara naturalisasi warga negara baru.
Di Mount Vernon, Virginia, sebanyak 150 orang dari 50 negara resmi menjadi warga negara Amerika Serikat dalam upacara naturalisasi yang digelar di bekas kediaman Presiden pertama AS, George Washington.
Sementara itu, penyelenggara America 250 mengubur kapsul waktu yang akan dibuka kembali 200 tahun mendatang. Kapsul tersebut berisi berbagai benda bersejarah, termasuk sebotol Coca-Cola, salinan Konstitusi Amerika Serikat yang telah ditandatangani, serta artefak dari 50 negara bagian dan wilayah teritorial AS.
Di New York, tradisi lomba makan hot dog tahunan kembali digelar. Joey Chestnut meraih gelar juara untuk ke-18 kalinya setelah menghabiskan 66 hot dog dalam waktu 10 menit.
Meski demikian, perayaan tahun ini juga menuai kritik. Sejumlah pihak menilai Trump terlalu menempatkan dirinya sebagai pusat perayaan melalui pembentukan Freedom 250, organisasi yang berjalan terpisah dari komisi bipartisan America 250 yang dibentuk Kongres Amerika Serikat untuk mempersiapkan peringatan 250 tahun kemerdekaan.




