JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat militer, Jaleswari Pramodhawardhani, mengkritik campur tangan militer ke program-program pemerintah yang sedianya bisa ditangani oleh sipil.
Misalnya, program Makan Bergizi Gratis (MBG), pertanian, hingga Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
“Yang jadi pertanyaan kita semua kan sebetulnya, atas regulasi atau peraturan mana TNI bisa di-deploy sampai masuk ke koperasi,” kata Jaleswari dalam podcast Gaspol!, Minggu (5/7/2026).
Baca juga: GASPOL Hari Ini: Ritual Kejawen Soeharto, Meditasi di Gunung-Sungai Tiap Malam Jumat
Menurut Kepala LAB45 ini, saat tentara banyak mencampuri urusan sipil maka ada kesan sipil jadi tak mampu.
Padahal, jika sipil memang dinilai kurang mampu, seharusnya kemampuan sipil ditingkatkan, bukan justru mempersilakan militer masuk ke ranah sipil.
“Tentara rakyat dalam konteks hari ini harus dimaknai sebagai tentara yang profesional, yang menjaga kedaulatan bangsa dan negara melalui pemenuhan kebutuhan alutsista yang modern, kesejahteraan yang dipenuhi negara,” ujar Jaleswari.
“Bukan tentara rakyat ke mana-mana ngikutin rakyat,” lanjut mantan Deputi V Bidang Politik, Hukum, Pertahanan, Keamanan, dan Hak Asasi Manusia di Kantor Staf Presiden ini.
Baca juga: Gaspol! Mahfud MD Bicara Kasus-kasus yang Diusut Demi Sesuatu
Jaleswari menyebut, kultur masyarakat sipil dan TNI pada dasarnya berbeda. Sipil terbiasa dengan diskusi, sedangkan militer hierarki komando yang tegak lurus terhadap perintah atasan.
Dia khawatir, jika urusan sipil terus dibiarkan dicampur aduk dengan militer, lambat laun akan terjadi konflik.
“Lambat laun ada hegemoni militerisme terhadap kesadaran sipil. Tapi nanti pada satu titik, generasi berikutnya akan bingung gimana caranya mencabut akarnya,” tutur dia.
Simak obrolan selengkapnya dalam podcast Gaspol! “TNI Masuk Koperasi hingga MBG, Ruang Sipil Menyempit?” tayang perdana di YouTube Kompas.com malam ini pukul 20.00 WIB.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang