Bisnis.com, JAKARTA — PT Indomobil Sukses Internasional Tbk. (IMAS) bersiap meluncurkan merek kendaraan listrik asal Cina, Leapmotor, di pasar Indonesia. Debut perdana merek tersebut dijadwalkan berlangsung pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.
CEO PT Indomobil National Distributor, Tan Kim Piauw mengatakan model pertama yang akan dipasarkan adalah SUV listrik Leapmotor B10. Kendaraan tersebut diproduksi secara lokal melalui skema completely knocked down (CKD) di fasilitas National Assemblers (NA) di Purwakarta, Jawa Barat.
"Leapmotor B10 kami sudah produksi lokal di pabrik kami. Jadi ketika GIIAS, kami sudah bisa produksi dan salurkan ke konsumen. Langsung CKD di Purwakarta," ujar Tan di Jakarta, dikutip Minggu (5/7/2026).
Dari sisi spesifikasi, Leapmotor B10 dibangun menggunakan platform LEAP 3.5 yang mengusung teknologi Cell-to-Chassis (C2C). Teknologi tersebut mengintegrasikan baterai ke struktur bodi kendaraan sehingga diklaim mampu mengoptimalkan ruang kabin sekaligus meningkatkan stabilitas dan karakter pengendalian.
SUV listrik tersebut dibekali baterai berkapasitas 67,1 kWh. Berdasarkan klaim internal perusahaan, Leapmotor B10 mampu menempuh jarak hingga 516 kilometer dalam sekali pengisian daya berdasarkan standar New European Driving Cycle (NEDC).
Meski belum mengumumkan harga resmi, Indomobil memberi bocoran bahwa Leapmotor B10 akan dipasarkan pada segmen SUV listrik menengah. Perseroan menilai kisaran harga yang disiapkan di bawah Rp500 juta masih kompetitif di tengah kondisi ekonomi saat ini.
Baca Juga
- Indomobil Bakal Boyong Merek China Leapmotor, Meluncur di GIIAS 2026
- Produsen Mobil Listrik China Leapmotor Mau IPO, Incar Dana Segar Rp14,97 Triliun
- Indomobil Waswas Penjualan Mobil Listrik Melambat Gegara Insentif Belum Jelas
“Kami indikasikan bahwa target harga di bawah Rp500 jutaan untuk wilayah on the road Jabodetabek. Menurut kami harga itu masih relevan,” jelasnya.
Selain mempersiapkan peluncuran produk baru, Indomobil juga berharap pemerintah segera memberikan kepastian mengenai kelanjutan insentif kendaraan listrik. Menurut Tan, kepastian kebijakan menjadi faktor penting bagi pelaku industri maupun konsumen dalam mengambil keputusan.
“Jika memang insentif akan diberikan, sebaiknya diinformasikan kapan mulai berlaku. Sebaliknya, jika tidak jadi diberikan, hal itu juga perlu disampaikan secara jelas agar industri dan konsumen memiliki kepastian,” ujar Tan.
Adapun, saat ini, Indomobil Group telah memasarkan sedikitnya 10 model kendaraan listrik dari berbagai merek. Portofolio tersebut meliputi Aion V, Aion UT, Hyptec HT, Changan Lumin, Changan Deepal S07, Citroen eC3, JAC Trekker T9 EV, Maxus Mifa 9, Maxus Mifa 7, hingga Volkswagen ID. Buzz.




