Alasan Psikologis di Balik Kebiasaan Nimbun Foto dan Video di Ponsel

republika.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pernah merasa sayang menghapus foto lama, tangkapan layar, chat, atau file digital yang sebenarnya sudah tidak lagi dibutuhkan? Kebiasaan yang tampak sepele itu ternyata dapat berkembang menjadi digital hoarding, yaitu perilaku menimbun data digital secara berlebihan hingga sulit menghapusnya.

Pakar psikologi konsumen sekaligus dosen di IPB University, Agung Minto Wahyu, mengatakan digital hoarding bukan sekadar persoalan banyaknya jumlah file yang tersimpan di perangkat. Menurut dia, persoalan utamanya justru berkaitan dengan hubungan psikologis seseorang terhadap data digital yang dimilikinya.

Baca Juga
  • WhatsApp Nggak Pakai Nomor HP Lagi, Ini Cara Memilih Username yang Mau Dipakai
  • WhatsApp Hadirkan Username, Pengguna tak Perlu Lagi Bagikan Nomor HP
  • Instagram Uji Fitur Video Horizontal dan Nonton Stories di TV

"Masalahnya bukan pada jumlah file yang kita miliki, tetapi pada seberapa besar kendali yang kita rasakan atas data digital kita sendiri," kata dia dalam keterangan tertulis, dikutip pada Jumat (3/7/2026).

la menjelaskan bahwa pada dasarnya menyimpan file digital seperti foto keluarga, dokumentasi perjalanan, artikel yang ingin dibaca, atau dokumen pekerjaan, adalah hal wajar. Kondisi tersebut perlu diwaspadai ketika seseorang menyadari sebuah file sudah tidak berguna, namun tetap tidak sanggup menghapusnya.

.rec-desc {padding: 7px !important;}
Ilustrasi bermain gadget - (Republika/Mardiah)

 

"Digital hoarding terjadi ketika seseorang terus-menerus menyimpan file digital hingga tidak lagi mampu membedakan mana yang benar-benar penting dan mana yang sebenarnya sudah tidak diperlukan. Akibatnya, alih-alih memberikan rasa aman, tumpukan data justru memunculkan stres dan perasaan kewalahan," kata dia.

Agung mengatakan, ada sejumlah faktor psikologis yang membuat seseorang sulit menghapus data digital. Salah satunya adalah pola pikir "siapa tahu nanti akan berguna". Pemikiran tersebut membuat seseorang memilih menyimpan hampir semua file, meskipun peluang untuk digunakan kembali sebenarnya sangat kecil.

Bermain HP sambil berbaring (ilustrasi). - (www.freepik.com)

 

Selain itu, banyak file memiliki nilai emosional bagi pemiliknya. Foto-foto lama, percakapan dengan orang terdekat, rekaman suara, hingga video tertentu sering kali dianggap sebagai representasi kenangan, pengalaman hidup, maupun identitas diri. Alhasil, menghapus file tersebut terasa seperti kehilangan sebagian dari memori atau pengalaman yang pernah dimiliki.

"Proses menyortir ribuan file juga membutuhkan energi mental yang besar sehingga sering ditunda. Ditambah lagi, layanan penyimpanan digital yang semakin murah menciptakan ilusi ruang tanpa batas sehingga tidak ada dorongan untuk segera membersihkan data," kata Agung.

 

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
MG S5 EV Kantongi 2.000 SPK, Harga Promo Diperpanjang
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Tersangka Kasus Suap, Gubernur Langkat Syah Afandin Punya Harta Rp10,6 Miliar
• 5 jam laluokezone.com
thumb
Peluang Damai Masih Terbuka, Ruben Onsu Siap Cabut Gugatan Hak Asuh Anak Jika Hal Itu Terjadi
• 18 jam lalugrid.id
thumb
Gegara Kabut Polusi, Sekitar 4 Ribu Orang di Kota Ini Tewas
• 8 jam laludetik.com
thumb
Bukan Megawati Hangestri, Timnas Voli Indonesia Mendadak Kembali Jadi Trending Topik di Korea Selatan
• 17 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.