Doha: Pemerintah Qatar mengumumkan bahwa seluruh aktivitas pelayaran di wilayah perairannya kembali dibuka mulai Minggu, 5 Juli 2026, setelah hampir sepekan diberlakukan pembatasan.
Dilansir dari Anadolu Agency, Kementerian Perhubungan Qatar menyatakan seluruh jenis kapal kini dapat kembali beroperasi secara normal.
"Seluruh aktivitas pelayaran kini dapat kembali berlangsung secara normal untuk semua jenis kapal, mulai tanggal pengumuman ini," ujar pernyataan kementerian melalui media sosial X.
Pemerintah juga mengimbau seluruh pengguna jalur laut untuk tetap mematuhi peraturan dan instruksi pelayaran yang berlaku guna menjaga keselamatan dan keamanan pelayaran.
Keputusan tersebut mencabut kebijakan yang diumumkan pada 29 Juni lalu, ketika Qatar menghentikan sementara aktivitas pelayaran dan penangkapan ikan hingga batas waktu yang belum ditentukan. Saat itu, kapal-kapal komersial tetap diizinkan beroperasi.
Pemerintah Qatar tidak menjelaskan alasan pencabutan maupun latar belakang pembatasan yang diberlakukan sebelumnya.
Namun, kebijakan penghentian sementara aktivitas pelayaran diumumkan sehari setelah otoritas Qatar menyatakan seorang warga negaranya tewas akibat terkena serpihan proyektil dalam operasi militer di kawasan, menyusul hilangnya kapal yang ditumpanginya.
Baca juga: Dua Kapal LNG Qatar Kembali Melintasi Selat Hormuz, Aktivitas Pelayaran Mulai Pulih




