Geothermal League 2026 Resmi Bergulir, Satukan Pelaku Industri Panas Bumi Lewat Sepak Bola

tvonenews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Geothermal League 2026 resmi bergulir di Jakarta mulai 4 Juli hingga 2 Agustus 2026. Turnamen sepak bola antarpelaku industri panas bumi ini kembali digelar sebagai wadah mempererat kolaborasi sekaligus mempromosikan energi panas bumi kepada masyarakat luas.

Memasuki penyelenggaraan tahun kedua, Geothermal League mendapat antusiasme yang semakin besar dari berbagai perusahaan dan instansi di sektor panas bumi. Ajang ini pun diharapkan terus berkembang menjadi agenda tahunan.

Geothermal League 2026 diikuti oleh 16 tim yang berasal dari perusahaan, kementerian, hingga badan usaha yang bergerak di industri panas bumi Indonesia. Seluruh peserta akan bersaing menggunakan format fase grup yang mengadopsi sistem Piala Dunia.

Setiap grup dihuni oleh empat tim yang akan memperebutkan tiket menuju babak berikutnya. Seluruh pertandingan digelar di Brillian Stadium, Jakarta Selatan, pada 4-5 Juli, 11-12 Juli, serta putaran final pada 1-2 Agustus 2026.

Turnamen ini diselenggarakan oleh Geothermal Soccer Indonesia (GSI). Selain menjadi ajang olahraga, kompetisi tersebut juga membawa misi mengenalkan panas bumi sebagai energi bersih, energi terbarukan, yang ramah lingkungan dan rendah emisi karbon.

Sepak bola dipilih sebagai media kampanye karena merupakan olahraga paling populer di Indonesia. Momentum penyelenggaraan Piala Dunia 2026 juga dinilai menjadi waktu yang tepat untuk memperkenalkan sektor panas bumi kepada masyarakat.

"Ya, ini eh tahun kedua pelaksanaan dari Geothermal Soccer Indonesia. Dan ini tahap pertama adalah eh dengan peserta IPP bersama eh Kementerian dan badan usaha BUMN. Harapannya nanti dari 16 besar, eh nanti sudah dipilih tadi 8 besar untuk menuju di acara World Cup-nya tanggal 1-2 Agustus," ujar Hadi Wijaya selaku Direktur Panas Bumi Ditjen EBTKE.

Geothermal League 2026.
Sumber :
  • tvOne - Ilham Giovani Pratama

Menurut Hadi, Geothermal League tidak hanya menghadirkan persaingan di atas lapangan. Turnamen ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antarpelaku industri panas bumi di Indonesia.

"Tujuannya adalah bagaimana kita eh membangun eh apa namanya, keakraban di antara lintas usaha di panas bumi. Sehingga juga menjadi bagian penting, momentum bagi kita bersama bahwa panas bumi ini kompak, termasuk nanti terhadap masyarakat di sekitar lokasi pengembangan panas bumi," tambahnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kondisi Terkini TPA Jatiwaringin: KLH Sebut Kebakaran Sulit Dikendalikan Karena Mirip Kebakaran Lahan Gambut
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Siapa Pemain Terkaya di Piala Dunia 2026? Cristiano Ronaldo Masih Nomor 1, Messi dan Mbappe Mengejar
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Fakta-Fakta Proses Pemakaman Khamenei, Belajar dari Kenangan Khomeini
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Jadi Peserta Terjuragan, Black Sherpa Fokus Kembangkan Manufaktur Tenda Lokal
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Xiaomi disebut hentikan pengembangan seri ponsel Civi secara permanen
• 16 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.