TEHERAN, KOMPAS.TV - Prosesi pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilangsungkan di Masjid Agung Teheran, Sabtu (4/7/2026) dan Minggu (5/7/2026). Ratusan ribu pelayat dilaporkan menghadiri prosesi pemakaman tersebut.
Upacara pemakaman ini akan dilanjutkan dengan iring-iringan jenazah di kota-kota di Iran dan Irak. Khamenei kemudian akan dimakamkan di kuil Imam Reza di Mashhad, Iran, pada Kamis (9/7/2026) mendatang.
Pelayat dilaporkan turut membawa poster dan menuliskan grafiti yang menyerukan pembalasan untuk Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Baca Juga: Iran Besrsikeras Kapal Lewat Selat Hormuz Harus Gunakan Rute yang Disetujui, Ancam Respons Tegas
Penyair Iran yang berceramah sebelum salat jenazah, Mohammad Rasouli, menyerukan ancaman langsung untuk nyawa Trump. Ceramah Rasouli diikuti seruan pembalasan kematian Khamenei dari pelayat.
"Saya datang ke sini untuk meneriakkan balas dendam. Mereka membunuh imam kami, kami harus membunuh pemimpin mereka, Trump," kata salah satu pelayat, Gholamreza Sabooni, dikutip Associated Press.
Salat jenazah Khamenei kemudian dipimpin oleh ulama Syiah, Ayatollah Jafar Sobhani. Tiga anak laki-laki Khamenei, Masoud, Meysam, dan Mostafa, mengikuti salat jenazah.
Pimpinan Iran juga terlihat selama prosesi pemakaman, di antaranya Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Ketua DPR Mohammad Bagher Qalibaf, dan pemimpin Korps Garda Revolusioner Iran (IRGC), Jenderal Ahmad Vahidi.
Akan tetapi, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei dilaporkan tidak terlihat dalam pemakaman. Mojtaba Khamenei belum terlihat di hadapan publik usai dirumorkan terluka dalam serangan AS-Israel.
Baca Juga: Dubes RI untuk Iran Wakili Indonesia Hadiri Penghormatan Terakhir Ayatollah Ali Khamenei
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- pemakaman khamenei
- ayatollah ali khamenei
- iran
- perang iran
- ancaman untuk donald trump





