Jakarta (ANTARA) - Restoran milik pengusaha Indonesia, Pandawa Warung Kopi di Sidney CBD, Australia berhasil mencuri perhatian lewat rating 4,9 di Google dengan lebih dari 10.000 ulasan.
Bisnis kuliner ini sekaligus menjadi sebuah misi diplomasi melalui kekayaan kuliner yang dimiliki Indonesia melalui nasi bungkus hingga kopi.
“Setiap konsumen kita dapat dimanjakan dengan menikmati secara lengkap, mulai dari restoran Pandawa yang menyajikan aneka macam makanan, sajian pencuci mulut, juga aneka pilihan makanan ringan tradisional khas Indonesia,” ujar Antonius Auwyang salah seorang pendiri restoran dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu.
Restoran yang dihadirkan oleh trio arsitek yakni Sugiarto Wijono, Lily Tenacious Wijono, dan Antonius Auwyang ini memiliki misi untuk menaklukkan lidah Sidney dengan menu andalannya yakni nasi bungkus, pie rendang hangat, lemper yang lengket, kroket dengan isian keju yang meletus , pastel hingga kopi arabika.
Baca juga: Menyusuri Kelantan, dari nasi kerabu hingga jejak budaya
Para pendiri menghadirkan kopi Arabika pilihan yang dibawa langsung dari Indonesia, tanah yang telah memproduksi kopi sejak abad ke-17, ketika Belanda memperkenalkan biji kopi Yaman ke Jawa.
Kopi Indonesia terkenal dengan metode giling basah yang menghasilkan profil rasa unik body kental, asam rendah, dan nuansa earthy yang mendalam cedar, dark chocolate, dan jejak hutan tropis yang tak bisa ditiru.
Restoran yang berlokasi di Sidney CBD ini juga diresmikan oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin periode 2019-2024 itu diharapkan mampu memperkenalkan warisan kuliner dan budaya nusantara lebih jauh.
"Dan hal utama yang paling mudah untuk memperkenalkan Indonesia di mata dunia adalah makanan dan minuman. Oleh karena itu, sangat tepat Pandawa Cafe hadir di Sydney, Australia, untuk memperkenalkan kebesaran negara kita, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Ma'ruf Amin.
Sementara itu, Duta Besar Indonesia untuk Australia Siswo Pramono menilai kehadiran warung kopi ini mampu menjadi obat ampuh kala merindukan negeri sendiri.
“Hadirnya warung kopi dan makanan ringan Indonesia yang ditawarkan di Pandawa mengobati rindu akan kenikmatan warung kopi Indonesia di negara Australia," katanya.
Baca juga: Pelaku UMKM gunakan platform digital untuk lestarikan kuliner Betawi
Baca juga: Menekraf: Ekspansi kuliner berpeluang buka rantai ekspor
Baca juga: Diplomasi kuliner sajian Nusantara di Negeri Azteca
Bisnis kuliner ini sekaligus menjadi sebuah misi diplomasi melalui kekayaan kuliner yang dimiliki Indonesia melalui nasi bungkus hingga kopi.
“Setiap konsumen kita dapat dimanjakan dengan menikmati secara lengkap, mulai dari restoran Pandawa yang menyajikan aneka macam makanan, sajian pencuci mulut, juga aneka pilihan makanan ringan tradisional khas Indonesia,” ujar Antonius Auwyang salah seorang pendiri restoran dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu.
Restoran yang dihadirkan oleh trio arsitek yakni Sugiarto Wijono, Lily Tenacious Wijono, dan Antonius Auwyang ini memiliki misi untuk menaklukkan lidah Sidney dengan menu andalannya yakni nasi bungkus, pie rendang hangat, lemper yang lengket, kroket dengan isian keju yang meletus , pastel hingga kopi arabika.
Baca juga: Menyusuri Kelantan, dari nasi kerabu hingga jejak budaya
Para pendiri menghadirkan kopi Arabika pilihan yang dibawa langsung dari Indonesia, tanah yang telah memproduksi kopi sejak abad ke-17, ketika Belanda memperkenalkan biji kopi Yaman ke Jawa.
Kopi Indonesia terkenal dengan metode giling basah yang menghasilkan profil rasa unik body kental, asam rendah, dan nuansa earthy yang mendalam cedar, dark chocolate, dan jejak hutan tropis yang tak bisa ditiru.
Restoran yang berlokasi di Sidney CBD ini juga diresmikan oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin periode 2019-2024 itu diharapkan mampu memperkenalkan warisan kuliner dan budaya nusantara lebih jauh.
"Dan hal utama yang paling mudah untuk memperkenalkan Indonesia di mata dunia adalah makanan dan minuman. Oleh karena itu, sangat tepat Pandawa Cafe hadir di Sydney, Australia, untuk memperkenalkan kebesaran negara kita, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Ma'ruf Amin.
Sementara itu, Duta Besar Indonesia untuk Australia Siswo Pramono menilai kehadiran warung kopi ini mampu menjadi obat ampuh kala merindukan negeri sendiri.
“Hadirnya warung kopi dan makanan ringan Indonesia yang ditawarkan di Pandawa mengobati rindu akan kenikmatan warung kopi Indonesia di negara Australia," katanya.
Baca juga: Pelaku UMKM gunakan platform digital untuk lestarikan kuliner Betawi
Baca juga: Menekraf: Ekspansi kuliner berpeluang buka rantai ekspor
Baca juga: Diplomasi kuliner sajian Nusantara di Negeri Azteca





