Piala Dunia 2026 Bikin Bursa Prediksi Pecah Rekor

cnbcindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, CNBC Indonesia - Piala Dunia FIFA 2026 tak hanya memecahkan rekor di lapangan. Turnamen ini juga memicu lonjakan transaksi di prediction market, dengan nilai perdagangan mencapai puluhan miliar dolar AS sepanjang Juni.

Prediction market atau kontrak peristiwa merupakan bursa tempat pengguna memperdagangkan kontrak berdasarkan kemungkinan terjadinya suatu peristiwa, seperti hasil pertandingan olahraga atau pemilu.

Melansir CNBC Internasional, platform prediction market Kalshi membukukan nilai transaksi nosional lebih dari US$31 miliar selama Juni. Angka tersebut melonjak lebih dari 70% dibandingkan Mei yang mencapai US$17,9 miliar. Sejak pertandingan perdana Piala Dunia bergulir pada 11 Juni, transaksi harian Kalshi bertahan di atas US$1 miliar.

Lonjakan serupa terjadi di Polymarket. Platform internasional itu mencatat volume perdagangan lebih dari US$10,8 miliar sepanjang Juni, tertinggi sejak beroperasi. Catatan tersebut mengakhiri pelemahan volume yang terjadi pada April dan Mei. Sementara itu, platform Polymarket untuk pasar Amerika Serikat membukukan transaksi sekitar US$3,5 miliar, naik hampir dua kali lipat dari US$1,77 miliar pada bulan sebelumnya.

Volume nosional seluruh platform melonjak setelah Piala Dunia dimula Foto: CNBC International

Lonjakan transaksi tersebut terutama berasal dari kontrak yang berkaitan dengan hasil pertandingan Piala Dunia.

Menjelang laga babak 16 besar antara Amerika Serikat melawan Belgia, nilai kontrak mengenai peluang Amerika menjadi juara telah diperdagangkan lebih dari US$64 juta di Kalshi dan US$122 juta di Polymarket. Meski demikian, probabilitas yang dihitung pasar masih rendah, yakni sekitar 4,3% di Kalshi dan 3% di Polymarket.

Baca: Warga RI Sudah Tahu Skor Akhir Sebelum Tayangan Piala Dunia Mulai

Tingginya aktivitas tersebut ikut membuka ruang bagi pemain baru. Rothera, bursa kontrak peristiwa yang baru diluncurkan pada Juni melalui kerja sama Susquehanna International Group dan Robinhood, langsung mencatat nilai transaksi sekitar US$2 miliar dalam bulan pertamanya. Menurut Bank of America, Rothera kini menguasai sekitar 7% pangsa pasar prediction market di Amerika Serikat.

Seluruh platform memanfaatkan momentum Piala Dunia untuk menarik pengguna baru. Polymarket menggelar kompetisi dengan hadiah hingga US$2 juta bagi peserta yang mampu menebak seluruh hasil babak gugur secara sempurna. Kalshi bahkan mengubah tampilan aplikasinya dengan menonjolkan fitur perdagangan kontrak bertema Piala Dunia.

Besarnya minat investor juga tercermin dari kenaikan open interest atau nilai kontrak yang masih aktif. Open interest Kalshi kini telah melampaui US$1 miliar. Sementara Polymarket mempertahankan open interest mendekati US$400 juta, relatif stabil dibandingkan beberapa bulan terakhir.

Tingginya volume transaksi selama Piala Dunia menjadi ujian besar bagi industri prediction market. CEO Solidus Labs Asaf Meir mengatakan regulator dan investor institusi tengah mengamati apakah platform-platform tersebut mampu menjaga integritas perdagangan ketika volume melonjak tajam.

Menurut Meir, lonjakan transaksi selama Piala Dunia menjadi ujian apakah prediction market mampu menjaga likuiditas dan integritas perdagangan ketika aktivitas investor meningkat tajam.

CNBC Indonesia Research

(emb/emb) Add as a preferred
source on Google

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemenkop dan Kemenpar Dorong Transformasi Pokdarwis Jadi Koperasi
• 10 jam laludetik.com
thumb
Mbappe Sebut Prancis Mampu Bermain Keras Usai Singkirkan Paraguay dan Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Hilang Saat Operasi Narkoba di Kalteng, Aiptu Sumaryanto Ditemukan Gugur
• 17 jam laludetik.com
thumb
102 Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin Dievakuasi
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pemkot Solo kenalkan konsep baru wisata kebugaran lewat Suaraga
• 5 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.