Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memfasilitasi ekspor perdana hasil perikanan nelayan Maluku berupa 11 ton ikan tuna loin beku senilai lebih dari Rp 1 miliar ke pasar Thailand. Pelepasan ekspor itu berlangsung di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, pada Kamis (2/7).
“Ini merupakan langkah konkret kami bersama pemda mendukung pertumbuhan ekonomi melalui perluasan negara tujuan ekspor,” ujar Plt Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Perikanan KKP, Ishartini, melalui keterangan tertulis di Jakarta dikutip pada Minggu (5/7).
Ishartini menjelaskan hasil perikanan Maluku yang dikirim ke Thailand sudah dilengkapi sertifikasi mutu yang sudah diakui oleh Codex Alimentarius, organisasi dunia yang mengatur dan menetapkan standar mutu dan keamanan pangan.
Sertifikasi mutu terbitan KKP itu menjadi jaminan produk perikanan yang diekspor berkualitas baik dan aman untuk dikonsumsi.
“Mutu dan keamanan hasil perikanan adalah salah satu kunci utama keberterimaan produk di negara tujuan ekspor,” terang Ishartini.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku, Ahmad Jais Ely, berharap ekspor perdana itu menjadi momentum peningkatan penjualan hasil perikanan Maluku ke luar negeri, yang juga berdampak pada kesejahteraan di wilayahnya.
Ahmad Jais menyambut baik dukungan sertifikasi dari KKP terhadap produk perikanan PT Jayawi Ambon Internasional, sehingga ikan asal Maluku menembus pasar Thailand.





