Mengenal Damar Wicaksono, Anak Dono Warkop yang Jadi Ahli Nuklir di Jerman

viva.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Nama almarhum Dono Warkop DKI masih terus dikenang sebagai salah satu legenda dunia hiburan Indonesia. Meski telah berpulang pada 30 Desember 2001, karya-karyanya bersama Warkop DKI tetap menjadi tontonan lintas generasi. Di balik popularitasnya sebagai komedian, tidak banyak yang mengetahui bahwa salah satu putranya justru menorehkan prestasi gemilang di dunia sains internasional.

Sosok tersebut adalah Damar Canggih Wicaksono, putra kedua Dono Warkop yang kini dikenal sebagai ilmuwan sekaligus ahli nuklir yang berkarier di Jerman. Prestasi akademik dan perjalanan kariernya belakangan kembali menjadi sorotan publik, membuat banyak orang penasaran dengan sosok anak komedian legendaris tersebut.

Baca Juga :
Wapres JD Vance: Kesepakatan Damai dengan AS Jamin Iran Tak Akan Miliki Nuklir
Iran Bakal Ajukan Syarat Bahas Masalah Nuklir dengan AS

Dono, yang memiliki nama lengkap Wahyu Sardono, meninggalkan tiga orang anak, yakni Andika Aria Sena, Damar Canggih Wicaksono, dan Satrio Sarwo Trengginas. 

Damar lahir pada 1986 dan sejak muda dikenal memiliki ketertarikan besar terhadap ilmu pengetahuan, khususnya bidang teknologi nuklir.

Riwayat Pendidikan Damar Wicaksono

Perjalanan pendidikan Damar dimulai di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Ia mengambil jurusan Teknik Nuklir dan berhasil menyelesaikan studi sarjananya dengan predikat cum laude serta IPK yang sangat tinggi, yakni 3,92. Capaian tersebut menjadi modal penting baginya untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

Melalui program Swiss Government Excellence Scholarship, Damar melanjutkan studi magister di École Polytechnique Fédérale de Lausanne (EPFL), Swiss, pada bidang Nuclear Engineering. Tidak berhenti di sana, ia juga sempat memperdalam keilmuan di ETH Zurich sebelum melanjutkan pendidikan doktoral di EPFL dengan fokus pada bidang Fisika.

Dedikasinya terhadap dunia akademik membuahkan hasil yang membanggakan. Damar berhasil meraih gelar Doctor of Philosophy (Ph.D.) setelah menyelesaikan pendidikan doktoralnya pada 2018. Menurut penuturan Indro Warkop, pencapaian akademik Damar bahkan sangat membanggakan.

"Dia lulusan S2-S3 situ dan lulusnya Cum Laude," kata Indro Warkop, mengutip video YouTube HAS Creative, Senin 6 Juli 2026.

Berkarier di Bidang Nuklir

Tak hanya unggul di bangku kuliah, Damar juga aktif membangun karier profesional di bidang teknologi nuklir. Ia pernah menjalani magang sebagai safety analyst di Leibstadt Nuclear Power Plant, salah satu pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Swiss. Setelah itu, ia menjadi peneliti di Paul Scherrer Institut (PSI), kemudian melanjutkan kiprahnya sebagai doctoral assistant di Laboratory for Reactor Physics and Systems Behaviour.

Baca Juga :
Iran Pertimbangkan Serahkan Uranium yang Diperkaya ke China, Begini Respons Beijing
Netanyahu: Trump Sepakat Negosiasi Harus Mencakup Pemusnahan Nuklir Iran
Yakinkan Dunia, Iran Tegaskan Tak Kembangkan Senjata Nuklir

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Erling Haaland Jadi Andalan Norwegia Hadapi Brasil di Perempat Final Piala Dunia 2026
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Pelatih Meksiko sebut melawan Inggris akan jadi laga bersejarah
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Kecam Korupsi Seragam Sekolah Bupati Langkat, Pengamat Sebut Rugikan Orang Tua Murid Ditengah Biaya Pendidikan Mahal
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Menyangkut Citra RI, DPR Minta Pemerintah Ambil Sikap Tegas ke KKB di Papua: Cukup Pilot AMA Tragedi Terakhir
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
OPEC+ Setuju Tambah Kuota Produksi Minyak 188 Ribu Bpd Mulai Agustus 2026
• 1 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.