VF 3 masih menjadi tulang punggung penjualan VinFast di Indonesia. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), mobil listrik mungil tersebut menyumbang lebih dari 70 persen dari total wholesales (distribusi ke diler) VinFast sepanjang Januari hingga Mei 2026.
Selama lima bulan pertama tahun ini, VinFast membukukan wholesales sebanyak 1.424 unit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.093 unit berasal dari VF 3 atau berkontribusi lebih dari 70 persen terhadap total penjualan pabrikan asal Vietnam itu di pasar domestik.
Head of Training Department VinFast Indonesia, Rinaldi Ramdani mengatakan, perusahaan kini telah memiliki lini produk yang menjangkau berbagai segmen, mulai dari kendaraan listrik perkotaan hingga MPV tujuh penumpang. Meski begitu, VF 3 masih menjadi model dengan permintaan paling tinggi.
"Saat ini line up produk kami dari mulai segmen entry itu kami punya VF3. Lalu di atas VF3, kami punya segmen compact di VF5. Lalu yang mungkin sering kita sudah lihat yang dulu pernah masuk Indonesia dan pertama kali masuknya ada VF e34,” ujar Rinaldi saat ditemui di Jakarta Pusat (1/7/2026).
“Nah, untuk segmen yang sedikit lebih tinggi kami punya VF6. Yang lebih tinggi ada VF7 dan tentunya dilengkapi dengan MPV 7 dan Limo Green," kata dia.
Meski portofolio produknya semakin beragam, Rinaldi mengakui bahwa hingga kini VF 3 masih menjadi model dengan permintaan tertinggi.
"Saat ini tulang punggung kami masih tentunya VF3 ya, masih jadi primadona. Dan berikutnya kami harapkan MPV7 ini juga menjadi salah satu backbone, karena kami tahu kami melihat bahwa pasar MPV di Indonesia itu cukup stabil ya," ujarnya.
"VF3 saat ini mungkin secara kontribusi ya hampir 70 persen lebih," kata dia.
Ke depan, VinFast katanya berharap kehadiran MPV 7 dapat menjadi penopang baru penjualan. Dengan karakter pasar Indonesia yang kuat di segmen kendaraan keluarga, model tersebut diyakini berpotensi mengikuti jejak VF 3 sebagai tulang punggung berikutnya.





