BEIJING, KOMPAS.TV - Duta Besar Iran untuk China Abdolreza Rahmani Fazli menegaskan negaranya akan mengenakan tarif layanan bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Namun, Fazli menyebut Iran berpeluang memberi perlakuan khusus untuk kapal-kapal dari negara sahabat.
Abdolreza Rahmani Fazli menyebut pemerintah Iran saat ini tengah membahas kolaborasi dengan Oman untuk pengelolaan Selat Hormuz. Fazli menekankan bahwa Selat Hormuz merupakan perairan teritorial kedua negara.
"Sebagai negara di mana Hormuz menjadi bagian laut teritorialnya, kami tentu akan mengenakan tarif layanan," kata Fazli dikutip Al Jazeera, Minggu (5/7/2026).
Baca Juga: Dubes RI untuk Iran Wakili Indonesia Hadiri Penghormatan Terakhir Ayatollah Ali Khamenei
Meskipun demikian, Fazli menekankan tarif yang direncanakan Iran di Selat Hormuz bukan "pungutan." Tarif ini disebutnya terkait layanan pengawasan kapal dan pemulihan terkait dampak lingkungan yang ditimbulkan lalu lintas kapal.
Fazli menyebut pihaknya akan memberi "pertimbangan khusus" bagi China dan negara-negara lain yang dianggap sahabat. Menurutnya, jenis dan besaran tarif juga dipengaruhi hubungan diplomatik.
"Perjanjian baru ini terkait jaminan keamanan pelayaran melalui Selat Hormuz, pengawasan kapal, dan juga menjamin dan mengurus konsekuensi lingkungan akibat banyaknya kapal yang melintas," kata Fazli.
Rencana Iran untuk mengenakan biaya untuk kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz ditolak Amerika Serikat (AS). Washington menyatakan tidak akan membiarkan Iran mengenakan pungutan untuk kapal yang lewat.
Nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani AS dan Iran pada Juni lalu menetapkan transit gratis di Selat Hormuz dalam periode 60 hari. Namun, kebijakan setelah periode tersebut belum ditetapkan.
Baca Juga: Iran Besrsikeras Kapal Lewat Selat Hormuz Harus Gunakan Rute yang Disetujui, Ancam Respons Tegas
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- selat hormuz
- tarif selat hormuz
- iran
- perundingan as iran
- perang iran





