JAKARTA, KOMPAS.com - Cuaca Jakarta hari ini, Senin (6/7/2026), diprakirakan cerah sepanjang hari di seluruh wilayah ibu kota, termasuk Kepulauan Seribu.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca cerah diprediksi terjadi sejak pagi hingga malam hari.
Pada pagi hari, cuaca cerah diprakirakan menyelimuti seluruh wilayah Jakarta, yakni Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, serta Kepulauan Seribu.
Kondisi serupa berlanjut pada siang hari. BMKG memprediksi cuaca cerah masih merata di seluruh wilayah ibu kota.
Menjelang sore hingga malam hari, langit Jakarta juga diprakirakan tetap cerah tanpa gangguan cuaca signifikan.
Adapun suhu udara di Jakarta hari ini berkisar antara 26 hingga 33 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara 46 sampai 83 persen.
Baca juga: Mengapa Blok M Kembali Jadi Magnet Anak Muda? Ini Cerita di Balik Kebangkitannya
Website Cek Kualitas Udara JakartaSementara itu, Pemprov DKI Jakarta baru saja meluncurkan sistem peringatan dini kualitas udara melalui website Udara Jakarta, https://udara.jakarta.go.id/.
Peluncuran sistem tersebut dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat membuka Jakarta Eco Future Festival (JEFF) 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Pramono mengatakan, fitur baru tersebut diharapkan dapat menjadi referensi masyarakat untuk memantau kondisi kualitas udara Jakarta, tidak hanya pada hari berjalan, tetapi juga hingga tiga hari ke depan.
"Saya juga menyambut baik sistem peringatan dini di website Udara Jakarta yang dulu tidak pernah ada, hanya hari itu, sekarang dipersiapkan tiga hari prediksi ke depan. Hari itu dan tiga hari prediksi ke depan. Semoga ini menjadi referensi bagi kita untuk selalu melihat bagaimana polusi atau udara Jakarta pada saat itu," kata Pramono.
Baca juga: Strava Premium Kini Kena Pajak, Pengguna Sempat Kira Lari Ikut Dipajaki
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Dudi Gardesi menjelaskan, perbedaan utama layanan terbaru tersebut dibandingkan sistem sebelumnya adalah kemampuannya memprediksi kualitas udara hingga tiga hari mendatang.
"Ini langkah untuk tiga hari ke depan. Yang membedakan itu saja. Jadi tidak hanya kondisi saat ini, tapi ada prediksi untuk tiga hari ke depan," ujar Dudi.
Menurut Dudi, layanan tersebut nantinya juga akan terintegrasi dengan aplikasi Jakarta Kini (JAKI) sehingga dapat diakses melalui perangkat seluler masyarakat.
Selain itu, sistem memanfaatkan sensor kualitas udara yang telah tersebar di berbagai titik di Jakarta. Dengan begitu, masyarakat dapat melihat kondisi kualitas udara berdasarkan sensor yang lokasinya paling dekat dengan posisi mereka.
"Nanti ada titik spot-nya, sensornya sudah terletak di seluruh Jakarta. Tinggal dibaca mendekati yang mana untuk posisi kita saat ini," kata Dudi.
Menanggapi hal itu, Pramono menegaskan bahwa layanan tersebut dapat diakses melalui berbagai jenis gawai selama pengguna membuka aplikasi yang tersedia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




