Purbaya Sudah Pusing? Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Memang Banyak Kurangnya

wartaekonomi.co.id
4 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Program-program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ternyata belum sepenuhnya berjalan mulus. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara terbuka mengakui masih terdapat berbagai kekurangan dalam pelaksanaan sejumlah program unggulan pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Meski demikian, Purbaya menegaskan pemerintah tidak akan menutup-nutupi persoalan tersebut. Sebaliknya, evaluasi dan pembenahan akan terus dilakukan agar penggunaan anggaran negara semakin efisien, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Menurut Purbaya, tantangan pada tahap awal merupakan hal yang wajar dalam pelaksanaan program berskala besar. Karena itu, pengawasan serta penyempurnaan sistem akan terus diperkuat.

"Pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai kekurangan yang ada. Yang terpenting adalah setiap kelemahan segera diperbaiki dan pengawasannya diperkuat,” kata Purbaya.

Baca Juga: Kemenkes Turun Tangan! Hasil Investigasi Kematian dokter Icha Akhirnya Terungkap!

Ia menjelaskan pemerintah telah mengambil sejumlah langkah untuk memperbaiki pelaksanaan program prioritas tersebut. Mulai dari melakukan efisiensi anggaran, memperkuat mekanisme pengawasan, hingga meningkatkan koordinasi dengan berbagai instansi pelaksana. 

Tak hanya menyoroti MBG dan Kopdes Merah Putih, Purbaya juga memastikan reformasi di lingkungan Kementerian Keuangan terus dipercepat, terutama dalam upaya memberantas praktik penyimpangan di sektor perpajakan maupun kepabeanan.

Ia menegaskan tidak akan memberikan ruang bagi aparatur yang terbukti melakukan pelanggaran. Berbagai langkah pembenahan dilakukan melalui penguatan sistem pengawasan, rotasi pegawai, hingga penindakan terhadap oknum yang menyalahgunakan kewenangan.

Menurutnya, setiap organisasi selalu memiliki risiko terjadinya penyimpangan. Namun, yang terpenting adalah bagaimana pemerintah mampu mengendalikan, menindak pelaku, sekaligus terus memperbaiki sistem agar semakin bersih.

"Penyelewengan pasti ada risikonya di setiap organisasi. Yang terpenting adalah mengendalikannya, menindak pelakunya, dan terus memperbaiki sistem agar semakin bersih," ucap Purbaya.

Baca Juga: Purbaya: Prabowo Sebentar Lagi Bakal Obrak-Abrik Kopdes Merah Putih

Lebih lanjut, Purbaya juga memastikan seluruh kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto selalu melalui pembahasan yang matang dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi, dampak sosial, hingga kemampuan fiskal negara.

Ia mengatakan Kementerian Keuangan secara rutin menyampaikan berbagai analisis mengenai risiko fiskal dan konsekuensi anggaran sebagai bahan pertimbangan Presiden sebelum mengambil keputusan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Detik-Detik 2 Pebalap Jatuh di Muna Race, Motor Hantam Penonton hingga Korban Berjatuhan
• 2 jam lalurctiplus.com
thumb
Trump Rayakan Kartu Merah Pemain AS Dibatalkan
• 6 jam laludetik.com
thumb
Cuaca Ekstrem Kembali Ganggu Piala Dunia 2026, Meksiko vs Inggris Ditunda 1 Jam
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Mbappe Pimpin Daftar Top Skor Piala Dunia 2026, Geser Messi Usai Bawa Prancis Menang atas Paraguay
• 21 jam laluharianfajar
thumb
Saran Ekonom ke Pemerintah yang Mulai Bahas RUU PFII
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.