Ulah pengendara motor (pemotor) menjajah trotoar kembali terjadi. Tak hanya merebut hak pejalan kaki, pemotor ini juga membahayakan karena melaju melawan arus lalu lintas.
Peristiwa terbaru yang menjadi sorotan publik terjadi di Jalan Kartini, Kota Depok, Jawa Barat (Jabar). Alih-alih turun dari trotoar, pemotor ini malah mengaku-ngaku sebagai tentara saat dihadang dan ditegur pejalan kaki.
Wanita pejalan kaki yang menegur pemotor tersebut merekam menggunakan handphone (HP) mililnya hingga videonya viral di media sosial (medsos).
Dalam video yang beredar, tampak pejalan kaki menegur pemotor tersebut karena telah merebut hak pejalan kaki di trotoar. Pemotor diminta turun dari trotoar dan kembali melaju di jalan raya.
"Ya sudah silakan turun. Ini untuk pejalan kaki, bukan untuk motor. Ini kan Anda (seharusnya) turun di sini," ujar perekam video sambil menunjuk jalan aspal.
Pemotor itu kukuh tak mau turun dari trotoar. Bukannya sadar telah menjajah hak pedestrian di trotoar, pemotor berbaju batik itu tetap berusaha melajukan motornya.
Dia mengaku rumahnya sudah dekat. Pemotor itu kemudian mengaku-ngaku sebagai tentara.
"Saya ini anggota, bukan apa-apa," kata pemotor.
"Saya nggak peduli anggota atau bukan. Saya mau ke gereja. Seharusnya kalau Bapak tentara tidak mengikuti yang tidak benar," timpal perekam video.
Pemotor itu kemudian turun dari motor dan sempat menghampiri perekam video.
(dvp/jbr)





