Modal TVS Callisto Usik Dominasi Honda Scoopy dan Yamaha Fazzio

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

TVS Callisto 110 mendapat penyegaran signifikan, mulai dari desain hingga fitur yang disematkannya. Melihat ubahannya, motor skutik yang dibanderol Rp 20 jutaan itu rasanya cocok untuk melawan Honda Scoopy dan Yamaha Fazzio.

Callisto sejak awal bermain di segmen skutik bergaya klasik modern. Lihat saja dari bentuknya yang serba membulat, minim garis-garis tajam. Namun untuk versi anyar ini dibuat jadi lebih sporty, tercermin dari lampu depan dan belakang.

Namun, kami menemukan beberapa hal menarik dari TVS Callisto 110. Bahkan, mungkin tidak ditemui di motor skutik sekelasnya saat ini. Berikut detailnya.

Desain TVS Callisto 110

Sama seperti Honda Scoopy dan Yamaha Fazzio, TVS Callisto 110 sudah dilengkapi dengan lampu utama berteknologi LED multireflektor. Tidak hanya itu, kelebihannya dia punya DRL dan sein yang juga sudah LED.

Ke area buritan, tak kalah futuristik. Lampu dengan desain pipih memanjang sisi kiri dan kanan memuat fungsi rem dan penanda belok, yang lagi-lagi juga sudah LED. Bahkan sampai ada fitur Follow Me Home hingga Emergency Brake Signal seperti pada mobil.

Pengendara akan disambut dengan desain panel meter digital berwarna yang memiliki informasi terbilang lengkap untuk ukuran motor skutik 110 cc. Oh iya, TVS bilang Callisto 110 ini ke depannya akan dibenamkan fitur konektivitas yang terhubung gawai pemilik.

Bagian kaki-kaki ditunjang dengan desain velg sporty, berbalut ukuran ban seimbang yakni 90/90-R12 dan sudah tubeless. Aspek keselamatan dikawal Parking Brake System untuk tuas di kiri dan Sync Brake Technology (SBT).

Secara keseluruhan, TVS Callisto 110 anyar ini justru punya tongkrongan yang lebih terlihat kendaraan masa depan dibanding saudaranya sendiri yang listrik murni, iQube. Pilihan warna ada Mint Green, Moon Silver, Peach Perfect, dan Solid White.

Kepraktisan

Aspek ini mungkin jadi salah satu yang bisa bikin Callisto 110 jemawa. Bagaimana tidak, ia memiliki kapasitas bagasi di bawah jok seluas 33 liter. Coba bandingkan dengan Honda Scoopy 15,4 liter atau Yamaha Fazzio sebesar 17,8 liter.

Klaimnya, ruang penyimpanan itu dapat menelan dua buah helm half face. Selebihnya, motor ini juga turut menyediakan tempat penyimpanan terbuka di sisi kanan dasbor dan gantungan barang di tengah yang bisa dilipat bila tak sedang digunakan.

Rahasianya adalah penempatan mulut tangki yang berada di sisi kiri dasbor. Untuk membukanya dapat melalui kontak yang masih menggunakan anak kunci konvensional, dari sini pemilik juga bisa membuka jok.

Bicara dimensi, TVS Callisto 110 punya panjang 1.834 mm, lebar 661 mm, dan tinggi 1.115 mm. Sedangkan Honda Scoopy panjanganya 1.869 mm, lebar 693 mm, dan tinggi 1.075 mm. Lalu Yamaha Fazzio panjangnya 1.820 mm, lebar 685 mm, dan tinggi 1.125 mm.

Performa

Jantung mekanis berkubikasi 113,3 cc masih jadi andalan di TVS Callisto 110 ini, menjanjikan tenaga 8 daya kuda. Uniknya, angka torsi dapat berbeda tergantung bantuan dari power assist saat bekerja. Yes, Callisto 110 juga mengusung teknologi semacam mild hybrid.

Jika diberi assist, maka torsi yang bisa dihasilkan pada 5.000 rpm sebesar 9,8 Nm dan lebih kecil menjadi 9,2 Nm pada putaran mesin yang sama bila power assist tidak ikut bekerja. Sederhananya, komponen Electric Starter Generator (ESG) bisa berperan membantu putaran mesin lebih ringan di awal saat motor hendak bergerak.

Pernak-pernik lain

TVS Callisto 100 ternyata punya cukup banyak pernak-pernik yang tak dijumpai pada rivalnya. Misalnya reflektor di kaki-kaki depan agar motor lebih mudah terlihat ketika di lingkungan yang minim cahaya atau malam hari.

Seperti yang sudah ditulis, motor ini punya fitur Follow Me Home hingga Emergency Brake Signal (EBS) bak mobil modern. Cahaya lampu akan tetap menyala beberapa detik, meski sistem motor sudah dalam keadaan mati untuk menerangi area di depannya.

Sementara fungsi EBS akan aktif berupa lampu hazard yang menyala bila pengendara melakukan rem mendadak di atas kecepatan 50 km/jam. Jangan lupa masih ada fitur self cancel alias lampu sein dapat padam sendirinya ketika motor selesai belok.

Area panel meter digital terdapat notifikasi bergambar helm, seolah mengingatkan pengemudi agar senantiasa menggunakan piranti keselamatan tersebut. Sistem pengunci rem belakang ketika berhenti ditanjakan lebih mudah dioperasikan dibanding milik Honda atau Yamaha.

Lainnya ada fitur pass beam yang biasanya umum dijumpai di motor besar. Kemudian pada tombol starter, juga kemungkinan dapat difungsikan sebagai akses voice assist yang terhubung dengan aplikasi TVS, mirip di NTORQ 125 Race XP Edition.

Paling gokil adalah panel bodi samping dan spakbor depan TVS Callisto 110 yang menggunakan bahan besi, untuk sebuah skutik Rp 20 jutaan. Pendekatan serupa lini skutik klasik lansiran Vespa sampai sekarang.

Harga

Masuk ke ranah yang paling seru, dari segala aspek pembaruan dan perbedaan yang tersemat pada TVS Callisto 110 ini masih lebih ekonomis dibanding dua rivalnya tadi. Jenama India ini beri banderol Rp 20,9 juta, bahkan 19,9 juta khusus 100 pembeli pertama.

Sedangkan Honda Scoopy paling murah saat ini dijual Rp 23.376.000 dan tertinggi Rp 24.181.000, lalu Yamaha Fazzio termurahnya Rp 22.820.000 dan termahal yakni Rp 25.250.000 on the road (OTR) Jakarta.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Neymar resmi pensiun dari timnas Brasil
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
Mengkaji Relaksasi Gravitasi Pengikat Diri dalam Teorema Ergodik Birkhoff
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Jangan Kelewat! Set Gelas dan Piring Mewah di Transmart Lagi Diskon
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Aturan Ganjil Genap Jakarta Hari Ini 6 Juli 2026 di 25 Ruas Jalan, Awas Melanggar Kena Tilang
• 3 jam laludisway.id
thumb
Alarm Merah Tata Kelola BUMN Mengurai Praktik Fraud, Kerugian Struktural, dan Urgensi Intervensi Danantara di PT Pos Indonesia
• 2 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.