Gunung Semeru Kembali Erupsi, Kolom Abu Mencapai 1 Kilometer di Atas Puncak

pantau.com
8 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali erupsi pada Senin (6/7) pukul 05.13 WIB dengan tinggi kolom letusan mencapai sekitar 1 kilometer di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut, sementara status gunung masih berada pada Level III (Siaga).

Erupsi Disertai Kolom Abu Tebal

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi, mengatakan, "Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 05.13 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1 kilometer di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl)," ungkapnya.

Ia menjelaskan kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke utara.

Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 167 detik.

Yadi menyampaikan aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih berada pada Status Level III (Siaga).

Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak sebagai pusat erupsi.

Warga juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.

"Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Api Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Pemkab Lumajang Ingatkan Bahaya Material Vulkanik

Pemerintah Kabupaten Lumajang turut mengingatkan masyarakat, khususnya penambang pasir, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya letupan sekunder material vulkanik di kawasan aliran lahar dan area penambangan.

Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan ancaman di kawasan Gunung Semeru tidak hanya berasal dari erupsi dan awan panas, tetapi juga dari material vulkanik yang masih menyimpan panas.

"Jangan pernah menganggap timbunan material di kawasan Semeru sepenuhnya aman. Material itu bisa saja masih panas dan dalam kondisi tertentu menimbulkan bahaya bagi masyarakat, khususnya penambang," katanya.

Menurutnya material vulkanik yang terlihat mengendap belum tentu aman untuk didekati maupun ditambang.

Ia menambahkan risiko dapat meningkat saat hujan turun di wilayah puncak dan lereng karena material yang tersimpan di aliran sungai dapat kembali bergerak dan membahayakan warga.

"Masyarakat diimbau tidak hanya memperhatikan informasi tentang erupsi atau awan panas, tetapi juga memahami risiko dari material vulkanik sisa erupsi yang masih berada di sepanjang aliran sungai dan kawasan penambangan," ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Daftar Peserta Piala Presiden 2026: Diikuti Klub dari 4 Negara
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Baterai Jumbo Jadi Senjata Baru Ponsel Entry Level
• 23 jam laluviva.co.id
thumb
Lowongan PPNPN DJP 2026 Dibuka, KPP Madya Sidoarjo Cari Pramubakti, Simak Syarat dan Cara Daftarnya
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Imbauan Waspada untuk Warga Pesisir karena Gunung Anak Krakatau Siaga
• 20 jam laludetik.com
thumb
Run for Free Palestine 2026 Satukan Olahraga dan Aksi Kemanusiaan untuk Gaza
• 23 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.