Kementerian PU Perkuat Mitigasi Ancaman El Nino di Jawa Barat, Satgas dan Ratusan Personel Disiagakan

pantau.com
7 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung memperkuat langkah mitigasi menghadapi potensi kekeringan akibat fenomena El Nino 2026 di Jawa Barat dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Antisipasi El Nino serta mengerahkan ratusan personel untuk menjaga layanan sumber daya air.

Satgas Dibentuk Antisipasi Dampak El Nino

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pemerintah membentuk Satgas Antisipasi El Nino untuk memperkuat koordinasi lintas unit organisasi di lingkungan Kementerian PU.

"Untuk mengantisipasi El Nino, kami membentuk Satgas. Karena yang terdampak tidak hanya irigasi dan sawah yang kekeringan, tetapi mungkin di beberapa titik SPAM dan bendungan juga akan mengalami kekeringan,” ungkapnya.

Menurut Dody, dampak El Nino tidak hanya dirasakan sektor pertanian, tetapi juga berpotensi memengaruhi layanan penyediaan air minum dan operasional infrastruktur sumber daya air.

BBWS Cimanuk Cisanggarung mengoptimalkan sistem mitigasi melalui Unit Pengelola Prasarana Pengendali Banjir dan Kekeringan (UP3BK).

Sistem tersebut mengintegrasikan pemantauan bendungan, bendung, daerah rawan kekeringan, pengaturan operasi air, layanan call center, Tim Reaksi Cepat (TRC), serta koordinasi lintas instansi agar setiap potensi gangguan dapat ditangani dengan cepat.

Ratusan Personel Disiagakan Jaga Pasokan Air

Sebanyak 290 personel disiagakan selama musim kemarau untuk memastikan seluruh prasarana sumber daya air tetap berfungsi optimal.

Pemantauan dilakukan setiap hari terhadap sembilan bendungan, 33 embung, 23 situ, 25 bendung, serta jaringan irigasi di wilayah kerja BBWS Cimanuk Cisanggarung.

Hingga 30 Juni 2026, sembilan bendungan di wilayah tersebut tercatat memiliki total volume tampungan air sekitar 1,10 miliar meter kubik yang dinilai masih mampu mendukung kebutuhan air irigasi bagi sekitar 136.254 hektare lahan selama musim kemarau.

Dody menjelaskan pelepasan air dari bendungan dilakukan secara terukur dengan menyesuaikan kondisi tampungan dan kebutuhan di lapangan untuk menjamin pasokan air irigasi, penyediaan air baku, pembangkit listrik tenaga air (PLTA), serta menjaga cadangan air.

Ia menambahkan seluruh data elevasi, volume tampungan, dan debit pengeluaran air dipantau setiap hari sebagai dasar pengoperasian tampungan air.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pihak Nadiem Sambut Ucapan Selamat Ulang Tahun dari Dasco: Negarawan!
• 21 jam lalukompas.com
thumb
Sumur Minyak Tradisional Milik Warga Aceh Timur Meledak
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Berkaca dari Kebakaran TPA Jatiwaringin, Wamen LH Minta Daerah Antisipasi Kebakaran akibat El Nino
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.895, Menanti Arah Aliran Dana Asing
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Mendikdasmen Sebut Kantin Sekolah Masih Dikaji untuk Distribusi MBG
• 22 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.