JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) memberikan sejumlah rekomendasi kepada Polri setelah insiden tewasnya tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan saat menggerebek bandar narkoba di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.
Komisioner Kompolnas, Choirul Anam, mengatakan rekomendasi tersebut berfokus pada penguatan persiapan operasi, perlindungan personel, hingga peningkatan kemampuan membaca situasi di lapangan agar kejadian serupa tidak terulang.
"Yang pertama-tama memang setiap operasi harus dilapisi dengan informasi yang sangat akurat. Terus harus dilakukan dengan proteksi terhadap anggota," kata Anam dikutip dari tayangan Kompas TV, Senin (6/7/2026).
Baca juga: Berkaca Gugurnya 3 Polisi di Katingan, Kompolnas: Kalau Perlu Dukungan Brimob-Densus
Menurut Anam, perlindungan terhadap personel tidak cukup hanya mengandalkan perlengkapan seperti rompi antipeluru atau senjata.
Aparat juga harus memiliki pemetaan yang matang mengenai kondisi wilayah dan potensi ancaman sebelum operasi dilakukan.
"Proteksinya ada dua. Yang pertama adalah proteksi tubuh, diri sendiri dengan berbagai perlengkapan. Dan yang paling penting adalah baca situasinya," ungkap dia.
"Karena kalau mapping situasinya, mapping wilayahnya enggak akurat ya, perlindungan terhadap anggota juga kurang maksimal," lanjutnya.
Baca juga: Kompolnas Duga Lokasi Tewasnya 3 Polisi di Katingan Merupakan Kantong Narkoba
Anam mengatakan aspek pemetaan wilayah menjadi perhatian utama Kompolnas karena operasi dilakukan di kawasan pedalaman yang memiliki tantangan berbeda dibandingkan wilayah perkotaan.
Ia menyebut medan yang sulit serta keterbatasan jaringan komunikasi dapat memengaruhi koordinasi selama operasi berlangsung.
"Nah ini yang juga akan menjadi perhatian kita agar ini tidak berulang kembali," kata dia.
Selain itu, Kompolnas juga akan mengevaluasi apakah operasi berisiko tinggi seperti pemberantasan jaringan narkoba di wilayah terpencil sudah memperoleh dukungan personel dan satuan yang memadai.
Baca juga: Kompolnas Duga Polisi yang Gugur di Katingan Disekap, Lalu Dibuang ke Sungai
Menurut Anam, bila diperlukan, operasi khusus dapat diperkuat dengan bantuan Brimob maupun Densus agar penggerebekan berjalan lebih aman dan mampu menjangkau aktor utama jaringan narkoba.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam memutus mata rantai peredaran narkotika, terutama jika suatu wilayah telah dikenal sebagai kantong narkoba.
"Karena kita semua pasti setuju mendukung rekan-rekan kepolisian, mendukung Kapolri untuk program utama ini, pemberantasan narkoba ini bisa maksimal," ungkapnya.
Baca juga: Fakta di Balik Gugurnya 3 Polisi Saat Gerebek Bandar Sabu di Katingan
Diketahui, tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan gugur saat melakukan penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Rabu (1/7/2026) malam.
Ketiga polisi itu adalah Aipda Yudhie Perdana Putra, Aiptu Sumaryanto, dan Bripda Nopandri Ramadhana.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




