Anggota DPR: Pelaku penyerangan polisi di Katingan harus dihukum berat

antaranews.com
6 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi III DPR RI Martin Tumbelaka meminta para pelaku penyerangan terhadap polisi saat penggerebekan kasus narkoba yang menggugurkan tiga anggota polisi di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah harus dihukum seberat-beratnya.

Dia pun mengecam keras peristiwa yang menggugurkan aparat tersebut. Menurut dia, perlawanan yang dilakukan oleh para pelaku terhadap aparat penegak hukum tidak bisa ditoleransi.

"Setelah ditangkap, pastikan mereka diberikan hukuman yang seberat-beratnya agar ada efek jera. Tidak boleh ada kompromi bagi pembunuh aparat negara," kata Martin dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Dia juga mendesak agar kepolisian melakukan investigasi menyeluruh terhadap insiden itu. Menurut dia, penyidik jangan sampai hanya berhenti pada penangkapan pelaku penyerangan fisik di lapangan.

"Cari tahu siapa yang memprovokasi warga, siapa yang menyembunyikan hingga dari mana para pelaku ini mendapatkan senjata api rakitan. Ekosistem kejahatan di desa tersebut harus dibongkar total," ucapnya.

Dia mengingatkan bahwa pimpinan tertinggi Polri juga sudah berkomitmen untuk berperang melawan narkoba, dengan menginstruksikan seluruh jajarannya untuk menindak tegas dan terukur kepada para bandar maupun gembong narkoba.

"Negara tidak boleh mundur dan tidak boleh kalah oleh sindikat narkoba maupun kelompok massa yang melindungi kejahatan," ujar Martin.

Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri akan memberikan dukungan (back up) dalam penanganan kasus narkoba di Kalimantan Tengah setelah personel Polres Katingan bernama Aipda Yudhi Perdana Putra gugur dalam operasi penggerebekan bandar narkoba.

Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso dalam keterangan di Jakarta, Kamis (2/7) mengatakan bahwa selain seorang personel gugur, terdapat dua personel lainnya, yakni Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, yang belum ditemukan dalam operasi.

Belakangan dua personel yang hilang itu kemudian ditemukan oleh tim gabungan pencarian dan penyelamatan di aliran sungai daerah itu. Dengan begitu, total ada tiga anggota polisi yang gugur dalam pengungkapan kasus narkoba di Katingan.

Baca juga: Tim gabungan temukan jenazah Polisi hilang saat operasi narkoba

Baca juga: Polisi tangkap satu lagi terduga penyerang aparat di Katingan

Baca juga: Kapolri naikkan pangkat anggota gugur saat operasi narkoba di Katingan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bocah 5 Tahun di Pekalongan Tewas Dipatuk Ular Weling saat Tidur
• 7 jam laludetik.com
thumb
10 Jenis Sungai yang Mengalir di Surga Ini Diabadikan dalam Alquran dan Hadis
• 20 jam lalurepublika.co.id
thumb
Persik Kediri Resmi Berpisah dengan Leonardo Navacchio, Kiper Asing Pertama Macan Putih
• 20 jam laluberitajatim.com
thumb
Tidak Dipermanen Persik, Adrian Luna Gagal Ikuti Jejak Ronald Fagundez
• 21 jam lalubola.com
thumb
Sungguh Tega, Bupati Langkat Tilap Duit Seragam di Tengah Mahalnya Biaya Pendidikan
• 18 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.