FIFA “Sulap” Aturan Untungkan AS! Belgia Protes Keras, Pelatih Sebut sebagai Hari April Mop

harianfajar
8 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Keputusan FIFA yang “menyulap” aturan mengguncang atmosfer Piala Dunia 2026. Pemain Amerika Serikat (AS) yang semula dipastikan absen, kini diizinkan kembali tampil. Tentu saja menguntungkan AS.

Kontroversi ini pun memanaskan duel AS melawan Belgia di babak 16 besar. Belgia langsung bereaksi keras dan mempertanyakan konsistensi aturan.

Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA) melontarkan protes keras terhadap keputusan FIFA yang menangguhkan hukuman kartu merah Folarin Balogun. Langkah tersebut dinilai mencederai kepastian regulasi dan berpotensi mengganggu prinsip keadilan dalam turnamen.

Dalam pernyataan resminya, RBFA mengungkapkan bahwa mereka sedang menelaah seluruh jalur yang tersedia untuk menyikapi keputusan tersebut. Federasi Belgia menegaskan fokus mereka bukan semata-mata kepentingan tim nasional, melainkan menjaga integritas kompetisi.

Sebelumnya, Balogun menerima kartu merah langsung saat Amerika Serikat mengalahkan Bosnia dan Herzegovina 2-0 pada babak 32 besar. Setelah meninjau tayangan VAR, wasit memutuskan penyerang Arsenal itu melakukan pelanggaran serius karena menginjak kaki pemain lawan.

Mengacu pada regulasi FIFA, kartu merah langsung secara otomatis disertai hukuman larangan bermain satu pertandingan. Dalam aturan tersebut, sanksi itu juga tidak dapat diajukan banding oleh tim maupun pemain yang bersangkutan.

Namun situasi berubah drastis pada Minggu (5/7/2026). FIFA secara mengejutkan mengumumkan bahwa hukuman larangan bermain Balogun ditangguhkan selama satu tahun. Organisasi sepak bola dunia itu tidak menjelaskan secara rinci dasar pertimbangan di balik keputusan tersebut.

Akibatnya, Balogun yang sebelumnya dipastikan absen kini kembali memenuhi syarat untuk tampil saat Amerika Serikat menghadapi Belgia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Seattle. Keputusan mendadak itu langsung memicu perdebatan luas.

RBFA menilai perubahan tersebut menimbulkan tanda tanya besar mengenai konsistensi penerapan regulasi. Federasi Belgia pun menyatakan sedang mempertimbangkan berbagai langkah yang memungkinkan sebagai bentuk respons resmi.

“Kami sedang mempelajari seluruh kemungkinan langkah yang dapat diambil untuk melindungi hak-hak sah seluruh tim peserta serta menjaga prinsip-prinsip dasar fair play dalam olahraga ini,” demikian bunyi pernyataan RBFA, Senin (6/7/2026).

Tak hanya federasi, pelatih Belgia Rudi Garcia juga menyampaikan kritik tajam terhadap keputusan FIFA. Dalam konferensi pers, ia menyindir waktu pengumuman tersebut yang dianggap sulit dipercaya.

“Saya tidak tahu kalau di Piala Dunia FIFA tanggal 5 Juli sekarang berubah menjadi 1 April, seolah-olah ini Hari April Mop,” ujar Garcia.

Garcia menegaskan bahwa keberatan Belgia tidak dilandasi kepentingan sempit. Menurutnya, persoalan ini menyangkut kredibilitas sepak bola secara keseluruhan.

“Semua pandangan dan pendapat kami sudah tercantum dalam pernyataan resmi. Kami bukan sedang membela tim nasional ataupun federasi. Kami membela sepak bola,” tegasnya.

Kontroversi tersebut kini menjadi salah satu isu terbesar menjelang duel Amerika Serikat kontra Belgia. Sorotan publik bukan hanya tertuju pada pertandingan di lapangan, tetapi juga pada keputusan FIFA yang dinilai mengubah konsekuensi kartu merah hanya beberapa hari sebelum laga penting dimulai.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rumah Tinggal di Palmerah Kebakaran, 20 Personel Damkar Dikerahkan
• 21 jam laludisway.id
thumb
Studi Ilmiah Soal Kecerdasaan Anak Turun dari Ibu atau Ayah
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Dipusatkan di Ruas Bua-Rantepao, Gubernur Sulsel Groundbreaking MYP Paket 6 untuk 20 Ruas Jalan
• 2 jam laluterkini.id
thumb
Kasus ISPA di Kabupaten Kediri Tembus 11.461, Dinkes Minta Warga Perkuat Daya Tahan Tubuh
• 10 jam laluberitajatim.com
thumb
Gen Z dan Phone Anxiety: Kenapa Kita Lebih Nyaman Chat daripada Bicara Langsung
• 8 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.