Menpar tekankan pentingnya konektivitas di KEK Tanjung Kelayang

antaranews.com
6 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menekankan pentingnya konektivitas udara yang kuat di sekitar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang di Belitung.

“KEK ini bukan hanya pintu masuk investasi, tetapi juga etalase pariwisata Belitung yang mengedepankan pembangunan berkelanjutan, pelestarian budaya, wisata bahari, geowisata, kuliner, serta penguatan UMKM lokal,” kata Widiyanti dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

Widiyanti mengatakan konektivitas menjadi salah satu kunci agar Belitung mampu meningkatkan daya saing sebagai destinasi wisata kelas dunia.

Kehadiran penerbangan Scoot yang menghubungkan Singapura dan Belitung menjadi momentum penting untuk memperkuat aksesibilitas internasional menuju Belitung, khususnya KEK Tanjung Kelayang.

Baca juga: Menpar nilai integrasi pokdarwis dan kopdes sejalan dengan KDKMP

Menurutnya konektivitas langsung tidak hanya membuka peluang peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara, tetapi juga memperkuat posisi Belitung sebagai salah satu destinasi prioritas nasional yang memiliki keunggulan pada wisata bahari, geowisata, budaya, gastronomi, serta desa wisata berbasis masyarakat.

Direktur PT Belitung Pantai Intan sekaligus pengelola KEK Tanjung Kelayang, Daniel Alexander Napitupulu, menyampaikan KEK Tanjung Kelayang yang dikenal dengan nama Tanjung Kelayang Reserve terus memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata premium berbasis konservasi dan pembangunan berjejak karbon rendah di Pulau Belitung.

Daniel mengungkapkan sejumlah perkembangan investasi terbaru di kawasan seluas 324,4 hektare tersebut. Para pelaku usaha di dalam kawasan terus menambah portofolio investasi dengan tetap memegang prinsip pembangunan berkelanjutan.

Baca juga: Menpar kawal kesiapan Belitong jelang revalidasi UNESCO

Salah satu pengembangan yang sedang berjalan adalah pembangunan resor berkonsep low density dengan memanfaatkan material dari dalam kawasan serta pengembangan destinasi wisata minat khusus (special interest tourism).

Di sisi fasilitas rekreasi, KEK Tanjung Kelayang telah menghadirkan lapangan pickleball yang mendapat respons positif dari wisatawan. Melihat tingginya minat tersebut, pengelola berencana menambah fasilitas olahraga berupa satu lapangan tenis, satu lapangan pickleball, dan satu lapangan padel.

Kawasan tersebut juga akan menghadirkan pusat kebugaran yang berlokasi di desa dalam kawasan sebagai bagian dari diversifikasi pengalaman wisata.

Baca juga: Dewan KEK: Rute internasional ke Belitung perkuat KEK Tanjung Kelayang

Pelaku usaha lainnya di dalam KEK turut meningkatkan investasi pada sektor wisata bahari dengan menghadirkan kapal-kapal untuk menunjang berbagai aktivitas wisata.

Kapal tersebut tidak sekadar difungsikan sebagai sarana angkut, tetapi dirancang untuk memperkaya pengalaman wisatawan, antara lain melalui aktivitas makan malam di atas kapal dan sunset cruise.

Dari total luas KEK Tanjung Kelayang sebesar 324,4 hektar, sekitar separuh kawasan dialokasikan sebagai area konservasi. Pengelolaan kawasan konservasi didampingi resident biologist dan dilengkapi dengan kegiatan konservasi secara rutin. Kawasan ini menjadi habitat berbagai jenis keanekaragaman hayati, di antaranya trenggiling, tarsius, kancil, capung endemik, dan elang laut.

Baca juga: Kementerian PUPR bangun 20 sarana hunian wisata KEK Tanjung Kelayang

Dari sisi flora, kawasan tersebut menjadi habitat tanaman endemik Hopea bilitonensis atau pohon pelepah serta anggrek hantu (ghost orchid), yaitu jenis anggrek unik tanpa klorofil yang menggantungkan kehidupannya pada jamur. Tanjung Kelayang Reserve juga tercatat sebagai habitat alami jamur pelawan.

“Kawasan ini juga tidak menggunakan air tanah dan sepenuhnya mengandalkan air tadah hujan. Ini menjadi langkah antisipatif terhadap risiko penurunan muka tanah akibat eksploitasi air tanah berlebihan, seperti yang terjadi di sejumlah kawasan pesisir Pulau Jawa,” ungkap Daniel.

Baca juga: Pemprov-BI gelar "Explore Babel" di KEK Tanjung Kelayang Belitung


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Neymar Pensiun usai Brasil Tersingkir di Piala Dunia 2026: Semuanya Berakhir di Sini
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Terpilih Aklamasi, Akhmad Ariesta Gemilang Pimpin Himpunan Alumni IPB Sulsel 2026–2030
• 21 jam laluharianfajar
thumb
Simak Informasi Terkini Prakiraan Cuaca Jakarta Senin, 6 Juli 2026: Seluruh Wilayah Ibu Kota Cerah!
• 12 jam laludisway.id
thumb
KPK Ungkap Menhut Laporkan Penolakan Gratifikasi Setelah Bupati Kuansing Ditahan
• 6 jam lalurepublika.co.id
thumb
BI dan Jakarta Kreatif Festival Gelar Talkshow Perkuat Ekosistem Pembayaran Digital yang Aman
• 4 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.